02 Agustus 2018

Berita Golkar - Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady menilai sistem penampungan air baku di Distrik Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat belum optimal karena sudah lebih dari satu tahun belum beroperasi. Padahal pembangunannya dimulai sejak tahun 2015 dan  sudah selesai tahun 2016.

“Ini menjadi persoalan kenapa belum juga difungsikan. Saya mendengar info sebenarnya ini baru dua kali diuji coba. Dan dalam uji coba masih ada kebocoran di 8 titik saluran sepanjang 36 km dari sumber air. Ini harus diinvestigasi khusus kenapa kebocoran tersebut tidak pernah tertangani,” jelas Hamka usai meninjau lokasi penampungan air baku bersama Tim Kunker Komisi V DPR RI di Distrik Amban, Manokwari, Papua Barat, Selasa (31/7/2018).

Hamka menilai terdapat kesalahan prosedural pada sambungan pipa sebagai penyebab kebocoran. Ia pun melakukan penyelidikan dari sumber air, dan menemukan sambungan besi dihubungkan pada pipa lalu dihubungkan besi, lalu pipa lagi. “Ini prosedur yang fatal menurut saya. Pantas saja tidak bisa difungsikan dengan baik. Padahal jika berfungsi kemampuan intake air baku bisa bermanfaat untuk 3000 rumah ,” tandas politisi Golkar asal Sulsel itu.

Untuk itu Hamka merasa ke depan perlu ada penyelidikan lebih lanjut untuk evaluasi secara menyeluruh terhadap program-program Cipta Karya maupun Dirjen air. “Saya berharap semua pemangku kepentingan bisa bersinergi dengan baik untuk membangun Papua Barat yang lebih baik ke depannya,” pungkas Hamka. [kontributor Papua]

fokus berita : #Hamka Baco Kady


Kategori Berita Golkar Lainnya