03 Agustus 2018

Berita Golkar - Saat ini kita telah memasuki Revolusi Industri 4.0 dimana terjadi kondisi dinamik dan revolusioner adanya konektivitas manusia, mesin dan data yang mempengaruhi berbagai sektor industri, pembangunan, kemajuan suatu bangsa dan juga mempengaruhi secara revolusioner kehidupan manusia. Tantangan terbesar bagi pelaku industri kreatif saat iniyakni dengan masuknya era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan sistem cyber physical. 

“Revolusi Industri ke-1 terjadi akhir abad ke-18 yang ditandai pengenalan fasilitas produksi mekanisme. Revolusi Industri ke-2 terjadi akhir abad ke-19 yang ditandai pengenalan produksi masal berdasarkan pembagian kerja. Revolusi Industri ke-3 terjadi awal tahun 1970 yang ditandai penggunaan teknologi informasi untuk otomatisasi produksi,” papar Ridwan Hisjam, dalam acara Bimtek Pengembangan Pemasaran Produk dan Jasa Kreatif Berbasis Online, Jumat (3/8/2018).

“Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum -WEF) memandang setidaknya terdapat delapan isu kunci terkait Revolusi Industry 4.0, yaitu 1)disrupsi atau gangguan dalam pekerjaan; 2)inovasi dan daya produksi; 3)ketimpangan; 4)cerdas kelola; 5)keamanan dan konflik; 6)disrupsi bisnis; 7)kepaduan teknologi; 8) isu etnis dan identitas. Dari delapan isu ini, Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk cukup banyak perlu secara cermat dan cepat menyikapinya, termasuk bagaimana pelaku ekonomi kreatif merespon tantangan ini,” pungkas anggota DPR RI Komisi VII ini. [kontributor Jatim]

fokus berita : #Ridwan Hisjam


Kategori Berita Golkar Lainnya