03 Agustus 2018

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta doa restu masyarakat Kabupaten Purbalingga agar pembangunan Universitas Perwira Purbalingga gagasannya rampung awal 2019. Sehingga, lembaga pendidikan ini bisa langsung memberikan kontribusi bagi pembangunan manusia Indonesia. Universitas ini salah satu bakti Bamsoet kepada Daerah Pemilihan (Dapil) dia di Jawa Tengah VII.

“Setelah malang melintang di dunia jurnalistik, bisnis, dan politik, saya ingin melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan. Universitas ini sebagai investasi sosial kepada bangsa dan negara untuk ikut serta menyiapkan generasi bangsa handal,” ujar Bamsoet saat meninjau pembangunan Universitas Perwira, dalam rangka kegiatan Reses DPR di Dapil VII Jawa Tengah meliputi Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen, Jumat (3/8/2018).

Politisi Golkar asal Jateng ini menjelaskan, pembangunan Universitas Perwira guna mengakomodir masyarakat Purbalingga bila mengakses pendidikan di bangku kuliah. Sebab, sampai sekarang Purbalingga tidak memiliki universitas. Sehingga, warga Purbalingga bila berniat kuliah harus pergi ke Purwokerto, Jogja, Semarang serta kota besar lainnya.

“Visi Universitas Perwira adalah menjadi entrepreneur university yang berkearifan lokal dan berwawasan global. Unggul dalam pengembangan UMKM berbasis Iptek,” jelas Bamsoet. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menuturkan, Universitas Perwira Purbalingga memiliki 4 fakultas dan 12 program studi. Empat fakultas tersebut terdiri dari fakultas manajemen, teknik, hukum dan teknologi informasi.

"Beragam pilihan program studi mempermudah para calon mahasiswa memilih program studi masuk ke Universitas Perwira Purbalingga," ujar Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini. Bamsoet menegaskan, tenaga pengajar dan kualitas mutu pendidikan menjadi perhatian utama. Universitas Perwira Purbalingga telah memiliki tenaga pengajar dengan predikat profesor 4 orang, 10 pengajar bergelar dokter dan dosen dengan kualifikasi S2 dan S1.

Dia berharap, universitas ini kelak menghasilkan para intelektual. Bukan cuma memiliki kepandaian ilmu, tetapi juga memiliki kemampuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhan standar global. “Sekaligus, juga melahirkan pemimpin dan pemikir bangsa sehingga bisa menentukan pembangunan negara di masa mendatang,” papar Bamsoet mengakhiri. [kontributor Jateng]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya