05 Agustus 2018

Berita Golkar - Panas suhu politik penentuan siapa calon presiden makin memanas, Jokowi selaku petahana belum menunjuk dan menentukan siapa calon wakilnya, banyak nama beredar yang disandikan dengan jokowi, dari para ketua umum partai, dari tokoh bangsa serta dari tokoh agama banyak nama bermunculan calon pendamping Jokowi.

Disisi lain dari lawan politik Jokowi, Prabowo terus melakukan konsolidasi koalisi. Terakhir, Prabowo berjumpa kesekian kali dengan SBY untuk memantapkann koalisi, dan sebelumnya ada 2 partai yg telah menentukam sikap berkoalisi dengan prabowo PKS dan PAN. Tapi belakangan ini koalisi Prabowo masih berdebat siapa calon wakil presidennya. Ada 3 nama muncul, Salim Assegaf dari PKS, Ustadz Somad hasil ijtima ulama 212, dan nama AHY yang muncul seiring Partai Demokrat berkoalisi dengan kubu Prabowo.

Menarik untuk disimak dari dua kubu ini belum satupun memperlihatkan calon wakil presiden yang mereka usulkan, drama politik kepemipinan nasioal seakan akan diramaikan dengan calon wakil presiden di detik-detik terakhir pendaftaran calon presiden, yang saat ini telah dibuka oleh KPU sejak tanggal 4 agustus.

Peta politik masih dinamis menandakan peta perpolitikan indonesia akan semakin memanas, akankah demokrasi kita melahirkan pemimpin yang mewakili hati nurani rakyat, dengan drama elit ini semoga mereka betul dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

Saya melihat drama politik ini harus dimaknai sebagai pendidikan politik yang baik, jangan jadikan ajang memanasnya politik konvensional yang tidak mendidik. Kedua proses yang dilakukan oleh elit dalam menentukan pilihan siapa presiden dan wakil presdien betul-betul memeperhatikan aspirasi masyarakat dan kepentingan bangsa kedepan bukan bagi-bagi kekuasaan semata.

Karena sejujurnya rakyat menanti dan merindukan pemimpin yang mengayomi rakyatnya, buka sekedar pergantian presiden ini sebatas rutinitas 5 tahunan tapi tetap saja nasib rakyat dan bangsa tidak ada kemajuan. Kita berharap calon pemimpin ke depan bisa memperhatikan harapan rakyat dan bisa mewujudkan itu.

Kita jadikan momentum pilpres tahun 2019 untuk menguji pemimpin yang diidamkan rakyat, selamat berkompetisi bagi calon presiden semoga mendapat amanah dari rakyat indonesia, jangan sia- siakan harapan masyarakat, terus berkarya majukan bangsa ini.

Penulis: Deni Yusup (Direktur Analisis Indometrik, Ketua PP AMPG)

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya