05 Agustus 2018

Berita Golkar - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan pengangkatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai staf Presiden Jokowi adalah keinginan langsung Kepala KSP yakni Moeldoko. Menurut Ngabalin, sosok Gubernur Sulsel dua periode itu adalah aset yang dibutuhkan negara. Dia menyayangkan, jika SYL tak mendapat posisi di pemerintahan tingkat nasional.

“Pak syahrul memang KSP yang perlu, pak Moeldoko yang minta. Kalau orang berkualitas seperti pak syahrul tidak dipakai itu kerugian yang besar dan KSP membutuhkan SYL,” ujar Ali Mochtar Ngabalin di Coffee Holic Sija, Makassar, Minggu (5/8/2018).

Politisi senior Golkar ini berpendapat jika SYL secara resmi mengganti posisinya di Istana Negara, maka SYL masih dapat menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai NasDem. “Kalau sudah menjabat, beliau tidak apa - apa tetap jadi caleg. Tapi kalau sudah jadi bagian KSP, pak SYL akan jadi mata dan telinga Pak Presiden Jokowi,” ungkap Ngabalin.

Diberitakan sebelumnya, SYL digadang-gadang menjabat Deputi Kantor Kepala Staf Kepresidenan. Namun Mantan Bupati Kabupaten Gowa tersebut masih menunggu izin atau petunjuk dari DPP Partai NasDem sebelum memutuskan mengganti Ngabalin di Istana. [kontributor Sulsel]

fokus berita : #Ali Mochtar Ngabalin


Kategori Berita Golkar Lainnya