07 Agustus 2018

Berita Golkar - Bendahara DPD I Partai Golkar NTT Alfridus Bria Seran Jadi Caleg DPR dari Partai Nasdem, Ini Alasannya.Tahun politik membawa banyak perubahan di tubuh partai politik (parpol). Terlebih pada masa-masa pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) ke komisi pemilihan umum (KPU). Fenomena pindah parpol menjadi berita viral di mana-mana.

Alasan pindah partaipun berbeda-beda. Ada yang beralasan lebih nyaman dengan partai lain, ada yang dikeluarkan namun yang lebih dominan adalah tidak diakomodir sebagai caleg. Sama halnya dengan politisi Golkar NTT asal Kabupaten Malaka, Alfridus Bria Seran. Alfridus dikenal sebagai kader Golkar senior. Dia menjadi anggota DPRD Provinsi NTT sejak tahun 2009 lalu dan menjabat Bendahara Partai Golkar NTT.

Memasuki masa penyaringan caleg tingkat kabupaten, provinsi dan pusat, ABS sudah memperkenalkan diri sebagai bakal caleg pusat dari Golkar. Bahkan beberapa dewan pimpinan daerah (DPD) tingkat II termasuk dari Belu juga mengajukan ABS sebagai caleg pusat dari Golkar. Ternyata kenyataan berbicara lain. Dalam proses pendaftaran bakal caleg pusat dari Golkar, ternyata nama ABS tidak ada.

ABS kemudian menjadi caleg pusat dari Partai Nasdem. Publik lantas bertanya, betapa mudahnya pindah dan betapa mudahnya masuk partai lain. Masih segar di ingatan kita ketika seorang Ibrahim Agustinus Medah yang adalah Ketua Golkar NTT harus keluar dan masuk menjadi anggota Partai Hanura.

Siapa yang tidak kenal IA Medah? Dia menjadi kader golkar sejak masih belia hingga saat ini. Medah adalah salah satu ikon partai Golkar NTT. Tak disangka, mantan Ketua DPRD NTT ini pindah haluan. Alasannya tentu sangat politis. Karena memang itulah politik. Kejadian ini menyiratkan betapa kerasnya persaingan di partai politik.

Kembali kepada ABS, ketika setiap partai peserta pemilu mendaftarkan kader-kader terbaiknya, justru ABS tidak masuk nominasi. Dari survey yang dilakukan Golkar NTT, ternyata ABS menempati posisi kelima sehingga tidak bisa diusulkan untuk menjadi caleg DPR RI.

ABS mengaku berterimakasih kepada Partai Golkar yang telah memberikan kesempatan dirinya mengaktualisasikan diri mewakili rakyat Belu, Malaka dan TTU hingga menjadi anggota DPRD NTT dua periode. “Posisi-posisi starategis yang dipercayakan partai kita jalankan dengan baik. Posisi terakhir sebagai bendahara dan Ketua Kosgoro NTT,”ujarnya.

Namun, lanjutnya, sampai penghujung pendaftaran caleg baik kabupaten/kota/provinsi /pusat dirinya justru tereliminasi. Adapun alasan dirinya tidak diakomodir menurut ABS adalah bisa dijelaskan dan tidak bisa dijelaskan. Yang bisa dijelaskan, kata ABS, adalah ada persyaratan yang harus dipenuhi seseorang antara lain aktif pada even politk pilkada, pilgub dan pilbupati/wabup.

“Dari semua itu kita memenuhi syarat. Dari posisi strategis bisa diketahui. Kalau dari momen politik kita menangkan Victory-Joss. Dari aktifitas kita, saya sebagai kader partai saya sudah maksimal. Tapi mungkin pertimbangan lain dari DPP bahwa belum layak maka kami tidak bisa memamaksa untuk menetapkan diri,” ungkap ABS.

Sedangkan tentang hasil survey, ABS mengatakan bahwa dirinya berada di urutan kelima setelah Melki Lakalena, Paul Mela, Ayub Titu Eki dan Yulianus Poteleba. “Tapi survey itu bukan satu-satunya. Mungkin ada hak prerogatif DPP untuk menentukan. Proses saya ini dari DPD II dan DPD I, mungkin saya bukan bupati sehingga tidak bisa diakomodir,” jelasnya.

Menurut ABS, dirinya tidak secara tiba-tiba keluar meninggalkan Partai Golkar dan masuk ke Partai Nasdem, tetapi sudah melalui pertimbangan dan  telah meminta pendapat konstituen bahwa ini kesempatan untuk maju ke senayan. “Konstituen bilang saya di partai mana saja mereka siap mendukung. Karena itu saya memberanikan diri untuk bisa masuk ke Nasdem dan saatnya kita kerja,” katanya.

Dikatakannya, pilihan masuk lewat Partai Nasdem juga melalui pergumulan bahwa Nasdem adalah partai nasionalis yang mempertahankan NKRI dan Pancasila. Apalagi Gubernur NTT terpilih Viktor Laiskodat mendukungnya penuh untuk masuk Nasdem. Dengan memilih ke Nasdem maka otomatis dia harus mengundurkan diri dari jabatannya di Golkar NTT dan juga dari Anggota DPRD NTT.

“Jabatan di Golkar otomatis ditinggalkan dan saya sudah mengajukan pengunduran diri. Itu aturannya, saya pamit baik-baik dengan teman-teman. Golkar tetap partai yang baik dan telah menjadikan saya seperti ini. Kita berterima kasih. Kita tidak benci Golkar,” tukasnya.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melkiades Lakalena membenarkan bahwa sesuai keputusan DPP, ABS tidak bisa diakomodir menjadi caleg pusat dari DPR RI. Dia mengakui dari hasil survey, ABS menempati urutan ke lima namun itu bukan satu-satunya inditator untuk seseorang menjadi caleg pusat dari Golkar melainkan sesuai keputusan DPP. Menurut Laka Lena, dengan menjadi caleg dari Nasdem, ABS telah mengajukan pengunduran diri. [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya