09 Agustus 2018

Berita Golkar - Anggota Komisi IX DPR RI Syamsul Bachri meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di daerah-daerah. Hal tersebut terungkap saat Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI mengunjungi Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, baru-baru ini.

“Seperti yang dipaparkan wakil bupati dan kepala dinas di Tana Toraja ini, sampai hari ini tidak ada masalah dalam pengawasan obat dan makanan. Meski demikian saya berharap agar BPOM terus meningkatkan KIE ke masyarakat, terkait pengawasan obat dan makanan. Agar masyarakat menjadi lebih paham standar kualitas sebuah produk, baik itu produk makanan, minuman, obat-obatan dan juga produk kosmetik,” ujar Syamsul.

Politisi Partai Golkar itu berharap, BPOM tidak hanya hadir atau muncul ketika ada kasus atau masalah yang terungkap oleh media massa atau media sosial saja. Namun peningkatan KIE diperlukan dalam rangka antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kasus keracunan dan lain sejenisnya.

“Saya menyadari bahwa tidak seluruh kabupaten punya BPOM, sehingga bisa dipastikan tidak seluruh masyarakat khususunya yang berada di daerah atau pedesaan paham tentang kualitas sebuah produk. Kondisi ini bukan tidak mungkin menjadi target atau sasaran produk-produk luar, yang notabene berbahaya bagi kesehatan manusia,” papar Syamsul.

Oleh karena itu, lanjut Syamsul, pihaknya berharap BPOM pusat dan provinsi lebih aktif lagi melakukan KIE ke daerah-daerah atau desa-desa. Tidak hanya itu, peran serta seluruh tokoh masyarakat juga diperlukan untuk mensosialisasikan tentang produk-produk berbahaya. Bahkan ia pun selaku Anggota DPR RI kerap ikut mensosialisasikan tentang hal itu di dapilnya. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Syamsul Bachri


Kategori Berita Golkar Lainnya