15 Agustus 2018

Berita Golkar - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham memenuhi panggilan pemeriksaan yang ketiga kalinya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembanguna‎n PLTU Riau-1. Mantan Sekjen DPP Partai Golkar ini mengaku diperiksa untuk dua tersangka sekaligus.

"Hari ini saya dipanggil‎ oleh KPK, terkait dengan tersangka saudara Kotjo dan Eni. Ya saya punya keyakinan mungkin dalam rangka untuk penjelasan saya sebelumnya," kata Idrus, Rabu (15/8/2018). Idrus belum tahu banyak apa yang akan digali tim penyidik pada pemeriksaan kali ini. Namun, Idrus mengaku siap ‎jika dipanggil KPK secara terus-menerus. Dimana, pemeriksaan terhadap Idrus Marham sudah ketiga kalinya pada hari ini.

"Mau sudah tiga, empat kali, beberapa kali kita akan hadir, karena ini bagaimana penghormatan proses hukum yang ada, " terangnya. Idrus sendiri sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam perkara ini sebanyak dua kali pada 19 dan 26 Juli 2018, lalu. Saat itu, tim penyidik lembaga antirasuah menelisik dugaan aliran uang suap proyek PLTU Riau-1 ke Idrus Marham.

Idrus juga sempat mengakui mengenal dua tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih dan Johanes B. Kotjo. Tak hanya itu, Idrus juga telah membeberkan sejumlah pertemuannya dengan Eni Saragih dan Johanes Kotjo. Diketahui sebelumnya, ‎tim penyidik KPK sedang mendalami kontrak kerja sama antar sejumlah konsorsium dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Sejumlah korporasi atau perusahaan yang ikut dalam mengerjakan proyek PLTU Riau-1 Diantaranya, PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), PT Blackgold Natural Resources Limited, PT PLN Batubara, serta China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC). Sejauh ini, KPK telah menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1.

Eni diduga telah menerima uang sebe‎sar Rp500 juta sebagai bagian dari komitmen fee 2,5 persen dari nilai proyek terkait kontrak kerjasama Pembangunan PLTU Riau-1. Uang diberikan oleh Johannes Kotjo melalui keluarga dan staf Eni Saragih sebagai pemberian keempat dari Johannes Kotjo. Sebelumnya, Johannes telah memberikan uang sebesar Rp2 miliar pada Desember 2017; Rp2 miliar pada Maret 2018; dan Rp300 juta pada Juni 2018. [okezone]

fokus berita : #Idrus Marham


Kategori Berita Golkar Lainnya