15 Agustus 2018

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo {Bamsoet} meminta kaum muda atau generasi milenial turut terlibat aktif memperkuat kemajuan demokrasi Indonesia. Jangan sampai demokrasi di Indonesia berjalan ditempat, karena tidak adanya partisipasi publik dari kaum muda dalam setiap proses politik.

“Jika anak-anak muda hanya diam dan berpangku tangan, bisa dipastikan masa depan politik kita akan suram. Suramnya politik pada akhirnya akan membawa kehancuran bagi bangsa dan negara. Jadi kalau bisa jangan diam, tapi bergeraklah dari sekarang, sebarkan kebaikan dan jadilah teladan bagi sesama," kata Bamsoet, saat menerima lima peserta terbaik Parlemen Remaja, Rabu (15/8/2018).

Kelima peserta terbaik Parlemen Remaja tersebut adalah Zakaria Anshari (Kalimantan Barat), M Taufiq Ramadhan (Kepulauan Riau), M Risqullah Ammar (Sulawesi Barat), Edo Fernando Putra (Kepulauan RIau), Nadiya Diena Nasuha (Gorontalo). Kepada kelima peserta terbaik Parlemen Remaja, politisi Golkar ini menuturkan politik tidaklah seseram yang didengungkan banyak orang.

Politik sesungguhnya adalah jalan bagi sebuah bangsa dalam menentukan arah masa depannya. Karenanya, kaum muda tak perlu antipati ataupun takut terhadap politik. “Saya dorong anak-anak muda harus terlibat dalam politik. Namun, keterlibatannya harus dalam koridor politik yang mulia, politik yang mengajak kepada kebaikan. Bukan politik dengan menyebar kebencian,” kata Bamsoet.

Ketua Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) ini berpesan, sebagai generasi muda milenial yang aktif dan kritis, kaum muda harus bisa menyaring informasi secara sehat. Jangan sampai ikut terlibat dalam disinformasi yang menyesatkan.

“Perkembangan dunia maya saat ini sangat memprihatinkan. Terkadang masyarakat lebih meyakini informasi hoaks yang didapat dari dunia maya, ketimbang informasi dari portal berita ternama. Saya harap anak-anak muda mampu menjadi penyeimbang informasi ditengah kehidupan masyarakat. Termasuk memberikan informasi yang positif tentang peran dan kinerja DPR RI,” sambungnya.

Parlemen Remaja merupakan program rutin yang diselenggarakan DPR RI dalam rangka memberikan pendidikan politik dan demokrasi kepada para generasi muda sedini mungkin. Sasarannya adalah para remaja siswa sekolah menengah atas/sederajat. Sehingga kelak usai mengikuti kegiatan ini mereka bisa memahami hakikat politik, khususnya mengenai tugas dan fungsi DPR RI sebagai salah satu lembaga politik yang mewakili rakyat.

“Alhamdulilah peminat Parlemen Remaja tiap tahun selalu meningkat. Tahun lalu yang mendaftar ada 6.800 siswa dari 34 provinsi. Ini menunjukan tingginya antusias generasi muda terhadap politik. Melalui Parlemen Remaja, mereka diajarkan simulasi sidang, pembahasan RUU dan kegiatan kedewanan lainnya. Mereka juga mendapat wawasan dan pengetahuan kemuliaan politik. Sehingga kelak mereka bisa terlibat kegiatan politik yang penuh kebajikan,” pungkas Bamsoet. [kontibutor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya