16 Agustus 2018

Berita Golkar - Politikus Golkar yang juga mantan anggota Komisi I DPR, Fayakhun Andriadi, didakwa menerima suap USD 911.480,00 atas proyek pengadaan alat satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).Uang suap itu diberikan Fahmi Darmawansyah, direktur PT Merial Esa, dalam dua tahap. Hal itu terungkap dari surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Roy Riadi di persidangan hari ini.

Dia mengatakan, uang suap tersebut 1 persen dari total komitmen fee untuk Fayakhun senilai 7 persen dari nilai proyek senilai Rp 1,2 triliun. Fayakhun diminta Ali Fahmi sebagai staf khusus bidang perencanaan dan keuangan pada Bakamla dan agen PT Merial Esa, Erwin Arief sebagai Direktur PT Rohde & Schwarz agar mengupayakan usulan penambahan anggaran untuk Bakamla pada APBN-P 2016. Kompensasinya, Fayakhun mendapat jatah 6 persen.

Mantan Ketua DPD I Partai Golkar itu mengamini namun ia meminta tambahan jatah 1 persen sehingga total komitmen fee untuknya 7 persen. Selanjutnya kepada Erwin, Fayakhun minta agar jatah 1 persen segera diberikan. Tidak melalui rekening miliknya, melainkan rekening perusahaan luar negeri.

"Staf terdakwa bernama Agus Gunawan diperintahkan mencarikan rekening bank di luar negeri guna menerima kiriman uang dalam bentuk USD kepada terdakwa. Agus kemudian mendapatkan nomor rekening tersebut dari Lie Ketty," ujar Roy di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).

Setelah mendapat rekening bank luar negeri, pada tanggal 4 Mei, Fahmi memerintahkan anak buahnya Muhamad Adami Okta mentransfer USD 300 ribu sebagai tahap pertama dari komitmen 1 persen. Transfer dilakukan melalui dua rekening. Transfer pertama USD 200 ribu ke rekening bank di China atas nama Hangzhou Hangzhong Plastic. USD 100 ribu ditransfer ke rekening bank atas nama Guangzhou Ruiqi Oxford Cloth Co. Ltd.

Setelah transfer tahap pertama, Fayakhun kembali menagih pihak Fahmi Darmawansyah soal sisa komitmen fee yang belum terbayar. Di akhir bulan Mei 2016, Fahmi kembali memerintahkan Adami mentransfer sisa 1 persen komitmen fee Fayakhun. Sama dengan tahap pertama, Fayakhun kembali meminta pihak Fahmi agar transfer dilakukan di rekening perbankan luar negeri.

Sebesar USD 110 ribu ditransfer ke rekening ABS AG Singapura atas nama Omega Capital Aviation Ltd. Kemudian, USD 501.480 ditransfer ke rekening OCBC Bank Singapura atas nama Abu Djaja Bunjamin. "Setelah semua uang komitmen fee 1 persen yang jumlah seluruhnya USD 911.480,00 ditransfer masuk ke empat nomor rekening yang diberikan terdakwa maka selanjutnya memerintahkan Agus Gunawan mengambil uang tersebut secara tunai," ujarnya.

Sementara itu, anggaran pengadaan alat satelit monitoring Bakamla sebesar Rp 500 miliar dari total usulan penambahan anggaran pada APBN-P senilai Rp 1,2 triliun. Atas perbuatannya Fayakhun didakwa melanggar Pasal 12 a atau Pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1990 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. [merdeka]

fokus berita : #Fayakhun Andriadi


Kategori Berita Golkar Lainnya