22 Agustus 2018

Berita Golkar - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengkhawatirkan masih adanya kasus stunting atau gangguan tumbuh kembang anak akibat kurang gizi kronis. Menurutnya, harus ada sinergi berbagai pihak demi mengikis kasus stunting. Pernyataan Bamsoet  merujuk kasus stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat yang melewati angka 40 persen. Sedangkan di Kota Cimahi, Jawa Barat, ada 7.965 anak yang mengalami stunting.

Oleh karena itu Bamsoet meminta Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bergandeng tangan dengan pemda. “Tujuannya bersinergi memaksimalkan pelaksanaan program penanganan stunting sebagai upaya untuk menanggulangi masalah kurang gizi di Indonesia,” ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (22/8).

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya perhatian besar terhadap stunting. Bahkan, Jokowi telah memimpin langsung Gerakan Nasional Pencegahan Stunting. Bamsoet berharap pemerintah menggenjot pencegahan stunting. Bamsoet meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggerakkan pemda demi mendorong masyarakat perdesaan memanfaatkan dana desa mendirikan posyandu, membangun fasilitas kesehatan ataupun sanitasi yang baik.

”Sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat desa terutama mencegah terjadinya stunting,” tuturnya. Lebih lanjut Bamsoet juga meminta Kemenkes terus melakukan edukasi dan kampanye manfaat air susi ibu (ASI) eksklusif bagi bayi. Sebab, ASI eksklusif punya kontribusi penting bagi tumbuh kembang anak. “Sekaligus menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat,” cetusnya. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya