23 Agustus 2018

Berita Golkar - Anggota DPR RI Fadel Muhammad secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar bidang Kewirausahaan Sektor Publik di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB). Menariknya, Fadel harus menunggu selama 10 tahun sebelum menjadi guru besar. "Hari ini pengukuhan guru besar buat saya. Ini adalah kehormatan yang luar biasa yang sudah saya lewati. Khususnya kewirausahaan sektor publik," ujar Fadel, Kamis (23/8).

Sebelum mengambil studi di UB, mantan Gubernur Gorontalo ini menempuh pendidikan doktor di Universitas Gajah Mada (UGM), Jogjakarta. Kemudian dia disarankan untuk mengambil guru besar di UB. "Saya disarankan Prof Ginanjar untuk memperdalam di FIA UB. Karena ternyata ilmu administrasi di FIA UB ini satu-satunya di seluruh Indonesia," terang politikus Partai Golkar itu.

Fadel menjadi guru besar pertama bidang kewirausahaan dalam sektor publik. Dia harus menunggu selama kurang lebih 10 tahun sebelum menjadi seorang guru besar. Sebab mekanisme menjadi guru besar ada beberapa tahap. Yakni, capaian angka kredit (sistem kredit semester), jurnal, hingga pengabdian masyarakat. "Harus mengumpulkan 850 kredit," jelas Fadel.

Untuk menjadi guru besar juga tidak hanya mengajar pascasarjana. Melainkan juga mengajar S1. "Waktu yang dibutuhkan untuk itu semua sekitar 8 tahun," ungkap Fadel. Pada pengukuhan kali ini, Fadel membawakan orasi ilmiah berjudul Peran Kewirausahaan Sektor Publik Model Fadel untuk Peningkatan Kualitas Kinerja Pemerintah Daerah.

Dalam orasinya, Fadel menyebutkan kinerja pemerintah yang baik adalah mampu menjadikan rakyat berpendapatan dan menumbuhkan kepercayaan publik (public trust). Dengan pendekatan kewirausahaan, pengelolaan pemerintahan daerah harusnya diubah. "Yang paling utama adalah cara pandang terhadap pengelolaan APBD. APBD harus dilihat dan diperlakukan sebagai modal untuk menciptakan keuntungan publik berupa meningkatnya pendapatan rakyat dan kepercayaan publik," terangnya.

Fadel mengembangkan pemikiran tentang kewirausahaan sektor publik. Menurutnya, pelayanan publik terutama di tingkat pemerintah daerah sebagian besar masih belum baik. Dengan dikukuhkannya sebagai guru besar, Fadel mengaku telah berbicara dengan senat dan rektor UB untuk mempersiapkan pembenahan mata kuliah di FIA UB. Tujuannya agar mata kuliah tersebut memiliki implikasi atau pelaksanaan di daerah-daerah.

"Untuk itu, kami akan membuat mata kuliah dan mengundang bupati-bupati yang berhasil. Saya telah memberikan nama kurang lebih 20 bupati dan wali kota yang mau diundang ke sini untuk memberikan pengalaman-pengalaman mereka," pungkas Fadel. [jawapos]

fokus berita : #Fadel Muhammad


Kategori Berita Golkar Lainnya