29 Agustus 2018

Berita Golkar - Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 yang sedang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang dinilai sukses berkat birokrasi, serta struktur organisasi penyelenggaraan yang ringkas. Menurut ahli manajemen Rhenald Kasali, kesuksesan itu berkat terobosan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang melakukan penyederhanaan itu saat pertama kali menjadi Ketua Dewan Pengarah Asian Games di awal 2017.

"Asian Games ini bisa berhasil karena perbaikan manajemen. Ketika Pak JK ditunjuk 1,5 tahun lalu untuk memimpin ini, dan beliau menyederhanakan manajemennya," ujar Rhenald. Ia menyampaikan, sebelumnya ada struktur birokrasi yang rumit dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games, mencakup INASGOC, KONI dan gabungan sejumlah kementerian dan lembaga. "Dulu itu ada empat layer (lapisan birokrasi penyelenggaraan Asian Games)," ujar Rhenald.

Setelah itu, Rhenald menyampaikan, JK memutuskan struktur birokrasi diperingkas. Teknis penyelenggaraan sepenuhnya kewenangan INASGOC, lalu pembinaan atlet dan upaya peningkatan prestasi kontingen Indonesia menjadi kewenangan KONI yang meneruskan dana ke masing-masing pengurus cabang olahraga. "Uang pun hanya dianggarkan ke sana (INASGOC dan KONI). Ini juga yang membuat para atlet bergairah (untuk berlatih dan bertanding)," ujar Rhenald.

Menurut Rhenald, keputusan JK saat ini menampakkan hasilnya. Menjelang penutupan Asian Games pada 2 September 2018, tidak terdengar masalah berarti. Kontingen Indonesia juga menorehkan prestasi yang paling gemilang, meraih 24 medali emas. "Indonesia bisa meraih 24 medali emas sampai hari ini. Mungkin bisa bertambah lagi. Bisa 25 barangkali. Mudah-mudahan. Kita doakan," ujar Rhenald. [viva]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya