29 Agustus 2018

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Ace Hasan Syadzily membantah tudingan adanya aliran dana suap PLTU Riau-1 untuk keperluan Steering Committee (SC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2017. Dia mengatakan keperluan penyelenggaraan Munaslub dilakukan oleh Organizing Committee (OC) Munaslub.

"Dalam kepanitiaan Munaslub, tugas untuk penyediaan katering atau makanan peserta itu ditangani oleh panitia OC," kata Ace, Selasa, (28/8/2018). Ace menyebut dia juga telah mengkonfirmasi tudingan itu ke Ketua OC Munaslub Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita. Agus, kata dia, membantah sewa hotel dan katering Munaslub memakai dana suap PLTU Riau. "Perlu kami tegaskan tidak ada uang sepeser pun yang didapatkan Eni Saragih untuk pembiayaan OC," kata dia.

Ketua Steering Committee (SC) Munaslub Golkar Ibnu Munzir membantah tudingan itu. Dia mengatakan Steering Committee tidak mengurusi soal pembiayaan acara. Steering Committee, kata dia, hanya bertugas membuat konsep acara. "SC hanya membuat konsep, pelaksana acara adalah OC," kata dia. Sebelumnya, Eni mengatakan uang sebanyak Rp 2 miliar dugaan suap PLTU Riau dipakai untuk membiayai keperluan SC dalam menyewa hotel dan biaya katering.

KPK menetapkan Eni Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham dan pengusaha, Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka dalam kasus ini. Eni diduga menerima uang suap total Rp 4,8 miliar dari Johannes. Sementara Idrus diduga menerima janji US$ 1,5 juta untuk memuluskan penandatanganan kerja sama proyek bernilai triliunan itu. [tempo]

 

fokus berita : #Ace Hasan


Kategori Berita Golkar Lainnya