28 Agustus 2018

Berita Golkar - Fraksi Partai Golkar (FPG) memberi sejumlah catatan dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Rapat membahas RUU tentang APBN 2019 beserta nota keuangannya. Dari sisi nilai tukar rupiah, juru bicara FPG Salim Fakhry mengapresiasi langkah pemerintah mengusulkan nilai Rp 14.400 per dolar AS. Kendati demikian, Salim mengingatkan tugas itu tidaklah mudah.

Karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus meningkatkan koordinasi merespons kebijakan menghadapi situasi eksternal. Misalnya dengan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS yang diperkirakan bakal terus berlanjut. Salim juga berpesan soal ekspor dan impor. "Ekspor harus digenjot. Golkar meminta komitmen pemerintah mengurangi impor mengingat pentingya stabilitas nilai tukar dalam roda perekonomian nasional," katanya.

Terkait target pertumbuhan ekonomi 5,3%, Golkar menyebut angka itu butuh kerja keras. Dari sisi konsumsi rumah tangga, pemilu serentak tahun depan diperkirakan akan mendorong konsumsi. "Pemerintah harus merumuskan kebijakan dan menjaga stabilitas dan ekonomi serta meningkatkan daya beli," ujar Salim. Terlepas dari catatan-catatan itu, Fraksi Golkar menyetujui RUU APBN 2019 dan nota keuangannya untuk dibahas. [cnbcindonesia]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya