31 Agustus 2018

Berita Golkar - Suasana sore di Kantor Tribun Pontianak terasa berbeda ketika Anggota Komisi VII DPR RI asal Kalbar, Maman Abdurahman tiba, Jumat (31/08/2018). Menggunakan kemeja putih lengan pendek dengan kancing atas pertama dibuka, paduan celana kain hitam dan sepatu pancus, Maman pun terlihat gagah ketika di sambut oleh PemRed Tribun Pontianak, Ahmad Suroso beserta dengan jajaran

"Ada dua hal kedatangan saya disini, pertama mengenalkan diri sebagai Anggota Komisi VII DPR RI dan mencoba berkomunikasi dan menyerap aspirasi, saling mengisi, saling memberikan pandangan untuk bahan diskusi bersama," kata Maman saat memulai pembicaraan. Wasekjend DPP Partai Golkar ini pun menuturkan, ia tak akan menyiakan kesempatan menjadi Anggota DPR RI walaupun memang dari PAW.

"Pada prinsipnya, saya baru PAW dua bulan yang lalu dilantik. Kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan, karena ada yang melekat dalam diri saya yakni anak muda dan vocalnya," katanya. Dengan suasana kekeluargaan, Maman pun menyampaikan banyak hal terkait dengan kinerjanya di Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset dan teknologi, lingkungan hidup ini.

Ia pun membahas terkait karhutla yang menyebabkan kabut asap di Kalbar. Saat itu, ia menempuh dua cara yakni menelpon langsung Dirjen DHK dan Kabareskrim Polri. Kemudian juga terkait isu kelistrikan. Ia memprotes kinerja PLN di Kalbar yang kelistrikannya tidak stabil karena tingginya intensitas lampu padam.

Satu diantara bahasan yang menarik diungkapkan Maman ialah positioning Partai Golkar, sebagai partai yang selalu memberikan kontribusi untuk Kalbar dan Indonesia. "Saya menegaskan, positioning Golkar harus tancap gas full untuk positioning," katanya. Walau pun begitu, dikatakan Maman, kedatanganya di Kantor Tribun Pontianak untuk bersilaturahim. "Pada dasarnya saya ingin bersilaturahmi, dan mengharapkan masukan dan kritikan," harapnya.

Berlatar belakang migas, Maman pun mengajak agar masyarakat meluruskan maindset terkait nasionalisme. Ia mengatakan, Nasionalisme bukan keberpihakan kepada perusahaan anak bangsa atau keberpihakan kepada orang asing. Jangan sampai, kata dia, jika mendukung perusahaan asing lalu dianggap antek asing, namun ketika mendukung perusahaan anak bangsa dianggap nasionalis.

"Nasionalisme menurut saya dan silahkan di chalenge teman-teman semua, adalah segala sesuatu yang memanfaatkan baik orang luar maupun dalam selama bisa memberikan kontribusi sebesarnya-besarnya pada warga negara, itulah nasionalisme," ujarnya.

Maman juga membahas peta Golkar untuk DPR RI yang pada hari ini sama dengan tahun 2009. Tahun 2009, kata dia, yang menjadi backbone, tulang punggung cuma Zulfadli. Dulu sistemnya berbeda, 2014 kuota, 2009 berbeda sistemnya. Maman mengatakan, Golkar untuk Dapil 1 memang basis Golkar, pesisir basis Golkar, artinya Golkar untuk Dapil 1 sudah dipetakannya sekitar 190 ribu, jadi angka suara basis Golkar DPR RI di dapil 1 sekitar 180-190 ribu.

"Dari perolehan kursi, satu kursi memang ditangan. Pertanyaanya, jika melihat kondisi hari ini, jika mau santai-santai, satu Golkar sudah dapat. Namun memang ada target optimis yang harus dicapai, Golkar untuk pesisir memang diwajibkan dapat dua kursi. Kita akan coba bermain dibasis luar Golkar, dan sekarang kita petakan," katanya. [tribunnews]

fokus berita : #Maman Abdurrahman


Kategori Berita Golkar Lainnya