31 Agustus 2018

Berita Golkar - Elite Golkar meminta semua pihak obyektif dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Ketua Koordinator Bidang Hankam, Luar Negeri, dan Diaspora DPP Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain mengingatkan, agar semua pihak menghormati asas hukum praduga tak bersalah. Happy menekankan, Partai Golkar seolah jadi sorotan dan disudutkan karena diduga ada aliran uang dari Eni Maulani Saragih untuk Munaslub pada akhir 2017 lalu.

“Saya minta kearifan kepada semua pihak untuk berhenti menyudutkan partai Golkar secara berlebihan," kata Happy, Jumat, (31/8/2018). Dia menambahkan, agar dalam kasus ini, semua pihak bisa obyektif melihat terhadap proses hukum yang berjalan dan ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Happy juga sudah menegaskan kembali pengakuan panitia pelaksana Munaslub Golkar yang membantah aliran uang dari Eni Maulani Saragih.

Menurutnya, dua politikus Golkar yaitu Ibnu Munzir sebagai Ketua Steering Committee (SC) dan Agus Gumiwang selaku Ketua Panitia Organizing Commite (OC) sudah membantah adanya aliran dana dari Eni untuk Munaslub Golkar. "Ini kan sudah ditegaskan, dibantah Agus Gumiwang sebagai Ketua Panitia OC dan Ketua SC Ibnu Munzir saat Munaslub. Tak ada itu aliran seperti itu," ujar Happy.

Lagipula, kata dia, Golkar sebagai partai besar siap diaudit untuk membuktikan. Sebab, keluar masuknya uang untuk Munaslub Golkar dinilainya sudah dilakukan secara akuntabel. “Kalau nanti diperlukan, kami siap diaudit,” katanya. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah ada aliran dana kasus Idrus itu ke Partai Golkar, khususnya ketika penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa beberapa waktu lalu.

"Terhadap dana ke Partai Golkar, dari hasil informasi dan pernyataan Ketua OC Pak Agus Gumiwang mengatakan tidak ada. Dan ketua panitia penyelenggara tidak ada. Bendahara Golkar tidak ada," kata Airlangga di kantor Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Senin 27 Agustus 2018.

fokus berita : #Happy Bone Zulkarnain


Kategori Berita Golkar Lainnya