01 September 2018

Berita Golkar - Partai Golkar menginstruksikan kadernya menahan diri menanggapi aksi #2019GantiPresiden. Partai pengusung pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin ini meminta kadernya melawan aksi tersebut melalui kegiatan kreatif lain.

Ketua DPP Golkar Bidang Inovasi Sosial dan Ormas, Dito Ariotedjo mengatakan, dibanding menggelar aksi serupa, pihaknya memprioritaskan sosialisasi keberhasilan program Jokowi selama ini. "Kami lebih memprioritaskan menyosialisasikan keberhasilan pemerintah di bawah kepemimpinan Pak Jokowi. Baik yang telah dikerjakan maupun akan dikerjakan nanti," kata Dito di Surabaya, Sabtu (1/9/2018).

"Kami tidak menganjurkan kader melawan dengan hashtag yang serupa tapi beda kata. Kami bicara fakta saja," imbuh Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), salah satu organisasi sayap Golkar ini. Dito kuatir, apabila hal tersebut dilawan hal yang sama maka akan menimbulkan disparitas kedua belah pihak yang lebih besar. "Hal itu akan menimbulkan gesekan yang lebih besar. Ini terbukti di pilkada DKI Jakarta lalu," kata Ario.

Ia menambahkan selama ini bacaleg Golkar juga harus mengkampanyekan calon presiden yang diusung selaras dengan pencalegan.  "Hal itu sebuah kewajiban. Sebab, kami telah memilih mencalonkan Pak Jokowi," katanya.

Untuk diketahui, deklarasi gerakan #2019GantiPresiden telah dilakukan di Surabaya Minggu (26/8/2018) lalu di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, aksi ini sempat diwarnai kericuhan akibat bentrok antara massa yang pro dan kontra. Sebelumnya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai salah satu partai oposisi menyebut tak menutup kemungkinan akan potensi kembali diadakannya deklarasi gerakan #2019GantiPresiden di Jawa Timur. [tribunnews]

fokus berita : #Dito Ariotedjo


Kategori Berita Golkar Lainnya