02 September 2018

Berita Golkar - Dalam penyusunan calon legislatif (Caleg), Partai Golkar memprioritaskan dua komposisi ini, yakni generasi muda dan keterwakilan perempuan. Bahkan menggandeng 40 persen tokoh anak muda saat penyusunan caleg lalu. "Pemilih perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Di tahun 2014 lalu, yang tidak menggunakan hak pilih ternyata lebih besar perempuan," kata Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak.

Generasi saat ini dikenal sebagai generasi milenial. Perekrutan generasi ini berlaku baik untuk DPRD Provinsi maupun kota. "Generasi milenial yang biasa dikenal nakal dan bandel. Namun sebenarnya memiliki potensi besar. Partai Golkar sangat berharap kepada generasi ini khususnya melalui kader AMPI," ujarnya

Dalam pemilihan gubernur Jatim 2018 Golkar berhasil mengantarkan Emil Dardak sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih mendampingi Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa harus menjadi cermin bahwa generasi milenial memiliki potensi. Kedepannya Partai Golkar menginginkan generasi milenial menjadi pemimpin. Emil yang saat ini baru berusia 34 tahun memang kerap diafiliasikan sebagai representasi generasi milenial.

"Kita memiliki gubernur yang diisi oleh Gubernur perempuan dan wakilnya merupakan generasi milenial," kata Sahat. Ia menambahkan sebagai seorang pimpinan partai, pihaknya harus mengemas Caleg sehingga masyarakat tertarik untuk memilih. Ia berharap, tak hanya menjadi suksesor di DPR saja, para generasi muda dan perwakilan perempuan bisa menjadi generasi penerus dalam kepengurusan Golkar.

"Apabila kader senior sudah tidak berada dalam kepengurusan, maka ada kawan-kawan generasi muda khususnya kader AMPI yang akan meneruskan keberlanjutan Partai Golkar ke depan," urai Sahat yang juga Sekretaris Dewan Pembina Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jatim ini.

Ketua umum DPP AMPI, Dito Ariotedjo menfokuskan lima provinsi yang menjadi kantong suaranya di Pemilu 2019. Lima provinsi yakni Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Papua. "Selain lima provinsi, kita juga meminta kader di semua provinsi agar melakukan pergerakan," ujarnya.

Dito mengaku dalam pemilihan presiden caleg dari Partai Golkar dan AMPI diwajibkan kampanyekan calon presiden yang sudah diusung oleh DPP, yakni Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Namun kader AMPI pastinya juga mengkampanyekan diri sendiri.

Kader AMPI yang maju Pileg untuk DPRD Provinsi Jatim ada 29 orang. Sementara untuk caleg DPR RI ada 40 orang. Dimana keselurahannya usianya tidak lebih dari 45 tahun. "Pembekalan caleg Partai Golkar dari unsur AMPI mulai tingkat DPRD sampai DPR usianya tidak lebih dari 45 tahun. Kita berikan pelatihan sebelum turun ke lapangan," tuturnya.

Dito menerangkan dengan adanya program DPP terkait isu anak muda, gerakan kader muda harus dikampanyekan seluruh kader, termasuk Golkar. Maka caleg yang dari Partai Golkar dan AMPI diberi pendampingan untuk dapat memberikan solusi terhadap isu-isu yang berkaitan dengan anak muda di dapilnya, seperti halnya lapangan pekerjaan, jaminan berkeluarga sejahtera, dan jaminan berkeahlihan.

Selain membawa program, caleg muda Partai Golkar juga akan menggunakan strategi sosialisasi melalui media sosial. Selain itu, dengan menggunakan pendekatan anak muda, misalnya melalui singkatan yang mudah diingat sehingga menjadi identitas anak muda. [akurat]

fokus berita : #Sahat Tua Simanjuntak


Kategori Berita Golkar Lainnya