04 September 2018

Berita Golkar - Bupati nonaktif Jombang Nyono Suharli divonis tiga tahun enam bulan penjara dengan denda sebesar Rp 200 juta, subsider dua bulan penjara. Putusan ini terbilang ringan dari tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya, Nyono dituntut delapan tahun penjara dengan denda Rp 300 juta, subsider tiga bulan penjara. Putusan terhadap mantan ketua DPD I Partai Golkar Jatim itu dibacakan ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Unggul Warso Mukti.

"Terdakwa terbukti bersalah telah menerima suap terkait pengangkatan Inna Silestowati sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan yang merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang, serta dugaan pemberian uang untuk perizinan rumah sakit," ungkap Majelis Hakim, Unggul Warso Mukti dalam amar putusannya, Selasa (4/9/2018).

Nyono dinilai melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. "Terdakwa diputus tiga tahun enam bulan dengan denda sebesar Rp 200 juta, subsider dua bulan penjara," ucap Unggul.

Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama tiga tahun terhitung setelah menjalani masa hukuman.

"Yang meringankan terdakwa, selama ini dia kooperatif dan mengembalikan sejumlah kerugian negara. Adapun yang memberatkan terdakwa kewenangannya sebagai kepala daerah tidak mendukung program pemerintah memberantas korupsi," Unggul menjelaskan. Nyono Suharli mengembalikan kerugian negara senilai Rp 1,2 miliar kepada KPK. Uang itu berasal dari beberapa pihak terkait dana suap. [liputan6]

fokus berita : #Nyono Suharli


Kategori Berita Golkar Lainnya