03 September 2018

Berita Golkar - Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Golkar wilayah Sumatera, Indra Bambang Utoyo mengungkapkan, kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 yang menyeret tiga politikus beringin sebagai tersangka memengaruhi elektabilitas partai. Ia pun Khawatir perkara ini membuat elektabilitas Golkar semakin terpuruk menjelang pileg dan pilpres 2019 yang akan berlangsung tinggal dalam hitungan bulan.

“Secara partai tentu berpengaruh. Ini karena setiap hari masuk ke media. Mulai dari ‘si ini’ bakal dipanggil lalu katanya ada uang untuk Munas Golkar. Tentu ini membuat khawatir, utamanya di daerah-daerah,” kata Indra, Senin (3/9/2018). Namun, ia memastikan Golkar takkan bubar hanya karena perkara ini ataupun kicauan Eni kepada KPK yang terus menyudutkan partai beringin dan jajaran kader yang ada di dalamnya.

Diketahui, Eni menyebut uang suap proyek PLTU Riau-1 mengalir ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Ia mengaku pernah menerima uang Rp 2 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo. Sebagian uang tersebut, katanya, diberikan untuk keperluan Munaslub Partai Golkar. Pada Munaslub Partai Golkar tersebut, ia tercatat sebagai bendahara.

Sementara jabatan Ketua Umum Golkar masih dipegang oleh Idrus Marham selaku pelakasana tugas usai sebelumnya diduduki Setya Novanto yang tersandung kasus korupsi e-KTP. “Tidak gampang membubarkan suatu partai politik besar. Siapa yang mau buktikan ada uang (suap PLTU Riau-1) di bukunya Golkar? Nggak bisa,” tandas Indra. [hariannusantara]

fokus berita : #Indra Bambang Utoyo


Kategori Berita Golkar Lainnya