05 September 2018

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha menyampaikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) wajib meningkatkan anggaran pertahanan untuk menyesuaikan dengan Minimum Essential Force (MEF) mereka. Sejauh ini diketahui bahwa anggaran untuk pertahanan kecenderungannya adalah tidak pernah mencapai MEF.

“Untuk MEF, setiap tahun membutuhkan anggaran sebesar Rp 215 triliun, sementara pagu yang disepakati oleh Kementerian Keuangan itu sebesar Rp 106 triliun, walaupun ada adjusment menjadi Rp 107 triliun. Jadi kita masih harus mengorbankan beberapa komponen agar tetap mencapai MEF,” ujarnya, usai rapat kerja dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (05/9/2018/2019).

Politisi Golkar itu menyampaikan, bahwa selama ini kisaran MEF pada setiap kesatuan baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, maupun TNI Angkatan Udara itu hanya berkisar 60 persen dan masih jauh dari harapan. Maka dari itu, ia meminta pemerintah  meninjau standar daripada MEF tersebut. “Kita meminta untuk meninjau kembali standar minimum essential force tersebut. Apakah itu ukuran realistis atau tidak. Karena selama ini tidak pernah bisa tercapai,” tuturnya.

Ia juga mendorong Pemerintah dapat terus meningkatkan atau mengaktifkan kembali kegiatan industri bidang pertahanan dalam negeri. Hal ini menurutnya merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak MEF. “Kita juga mendorong untuk mengaktifkan industri pertahanan dalam negeri, karena hal ini dapat mendongkrak persentase minimum essential force itu sendiri,” tegas politisi dari dapil Jawa Timur itu.

Patut diketahui, MEF atau kekuatan pokok minimum dicanangkan pertama kali tahun 2007 merupakan proses untuk modernisasi Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) Indonesia. MEF dibagi ke dalam tiga rencana strategis hingga tahun 2024. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Satya Widya Yudha


Kategori Berita Golkar Lainnya