06 September 2018

Berita Golkar - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung meminta DPP Partai Golkar melakukan konsolidasi internal menjelang Pemilu 2019 mendatang. Akbar juga meminta organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar yang tergabung dalam Hasta Karya untuk solid dan merapatkan barisan menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019.

“Perlu ditunjukkan dengan konsolidasi dari seluruh lembaga yang berafiliasi dengan partai, termasuk tentu organisasi-organisasi yang terafiliasi dengan partai harus berkonsolidasi,”ujar Akbar saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Diketahui beberapa organisasi atau ormas yang terafiliasi dengan Partai Golkar itu di antaranya Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, dan Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) sebagai organisasi yang mendirikan Partai Golkar.

Lalu ada Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) sebagai sayap pemuda dan sayap perempuan Partai Golkar. Organisasi yang didirikan Partai Golkar, diantaranya  Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Satkar Ulama, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya (HWK) dan Majelis Dakwah Indonesia (MDI).

Akbar juga meminta kepengurusan Partai Golkar fokus memenuhi target kursi pada Pileg 2019 yang telah ditetapkan, dengan mencapai minimal 110 dari 575 kursi. “Kepengurusan partai harus fokus, ketum partai pun juga harus fokus. Kami yang senior pun juga akan memberikan dukungan,” kata Akbar.

“Saya pribadi berkunjung ke berbagai daerah memberikan suatu motivasi kepengurusan partai di daerah supaya bisa melakukan langkah-langkah optimal,” sambung Akbar. Akbar juga mengingatkan, untuk mengutamakan kepentingan Partai untuk meraih hasil maksimal dalam Pemilu 2019 mendatang. “Kita mengutamakan sepenuhnya kepentingan partai di atas kepentingan kelompok, faksi apalagi pribadi semua full untuk partai,” tutur Akbar.

Terkait adanya beberapa kader partai Golkar yang terjerat kasus korupsi, seperti mantan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, Akbar tak banyak memberikan komentar. “Ini suatu kenyataan kita tidak bisa menutup-nutupi itu, tapi bukan berarti kita tidak berbuat sesuatu,” kata Akbar. “Memang slogan Golkar bersih itu secara kelembagaan partai menghendaki supaya membangun kehidupan partai yang juga bersih,” pungkas Akbar. [kompas]

fokus berita : #Akbar Tandjung


Kategori Berita Golkar Lainnya