04 September 2018

Berita Golkar - Pelaku usaha Kota Santri semakin meluas dan masyarakat semakin antusias menggeluti ekonomi kreatif (Ekraf) bahkan lingkungan Pondok Pesantren tak mau ketinggalan menggeluti usaha. Untuk itu, Anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam, bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), kembali menggelar acara Berbincang Enterpreuner dalam tema ‘BeKraf Goes To Pesantren’ di Pondok Pesantren Gading Mangu, Perak, Jombang.

“Perkembangan cukup bagus, banyak sambutan dari masyarakat, khususnya di Jombang. Sampai bikin grup pemuda-pemuda kreatif dan produknya banyak yang ekspor ke luar negeri, salah satunya seperti Batik atau Fashion sudah diperkenalkan di Pesantren supaya ada nuansa Muslim. Bagi kami penting menggerakkan Ekonomi Kreatif di Jombang,” ungkap Suryo Alam, di Pondok Pesantren Gading Mangu, Kecamatan Perak, Jombang, Senin (3/9/2018).

Menurut Suryo Alam, kali ini pihaknya bersama BeKraf mulai lebih fokus menggarap ekonomi kreatif di lingkungan pesantren. Mengingat Jombang juga dikenal sebagai kota santri. Anggota Komisi X DPR RI juga menjelaskan jika dulu BeKraf dan Komisi X, hanya mengumpulkan para pelaku ekonomi kreatif, kali ini dengan acara Berbincang Enterpreuner ini juga mencoba memunculkan jenis-jenis ekonomi kreatif baru, yang berlatar belakang santri.

“Seperti bentuk pelatihan, bentuk dorongan ini baru kita lakukan, kalau dulu hanya menjaring yang sudah ada dan kini kita munculkan yang baru-baru,” jelasnya. Dengan adanya 16 Subsektor Kreatif di BeKraf seperti Film, Animasi dan Video, Aplikasi dan Game, Musik, Arsitektur, Desain Komunikasi Visual, Fashion, Kriya, Kuliner, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi, Periklanan, Penerbitan, Seni Pertunjukan, Seni Rupa, Televisi dan Radio.

Menurutnya, sumbangsih terbesar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, ada di sektor kuliner. “Dan yang paling tinggi ada di Kuliner 41,6 persen. Ini kan bisa menjadi lapangan kerja baru serta menciptakan pengusaha-pengusah baru, jadi kita lebih mendorong dengan acara seperti ini di Pesantren,” imbuhnya. Anggota Komisi X dari Partai Golkar ini meminta dukungan pemerintah daerah (Pemda) melalui nota kesepakatan (MoU), antara Pemda dengan BeKraf.

“Harusnya diawali dengan MoU antar Pemda dengan Bekraf. Mengingat Pemda lebih tau apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya. Karena dengan adanya 16 subsektor itu, memudahkan daerah untuk lebih tau potensi ekonomi kreatif apakah nantinya yang akan di garap oleh pemda,” terangnya. [kontributor Jatim]

fokus berita : #Suryo Alam


Kategori Berita Golkar Lainnya