13 September 2018

Berita Golkar - Politisi Partai Golkar, Misbakhun angkat bicara mengenai pemberitaan media asing, Asia Sentinel, yang menyudutkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dilansir TribunWow.com, hal itu ia ungkapkan melalui akun Twitter-nya, @MMisbakhun, Rabu (12/9/2018). Awalnya, Misbakhun mentautkan pemberitaan Asia Sentinel yang mengungkap dugaan konspirasi kejahatan keuangan besar di era SBY khususnya terkait Bank Century.

Menanggapi hal itu, Misbakhun berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) punya keberanian untuk melanjutkan kasus Bank Century. Menurutnya, pemberitaan media asing itu menguatkan teori konspirasi seperti dugaan awal tim 9 inisiator Hak Angket DPR. Bagi Anggota DPR RI Fraksi Golkar itu perjuangan menuntaskan kasus Bank Century merupakan ujian konsistensi.

"Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus Bailout Bank Century yg saat ini terhenti hanya pd kasus Pak Budi Mulya. Fakta yg diungkap oleh @asiasentinel makin menguatkan teori konspirasi spt dugaan awal Tim 9 Inisiator Hak Angket DPR. Gusti Ora Sare.

Bagi saya perjuangan menuntaskan kasus Century oleh @KPK_RI sampai tuntas adalah ujian konsistensi. Waktu yg menjadi bukti. Terus memantau perkembangan kasus Century bersama sahabat saya para inisiator; Bang @akbarfaizal68 , Bang @Maruarar_Sirait , Bunda @Lilywahid

Setiap saya bicara soal kasus Century atau ada media yg membuka kembali kasus tersebut bisa dipastikan ada mantan yg post power syndrome cenat-cenut jantung nya. Lalu ada staf kakus nya bergigi keropos mengigau dg lagu usang yg dinyanyikan ulang," tulis Misbakhun.

Media Asing Asia Sentinel, Rabu (12/9/2018), menyebut pemerintahan SBY adalah pemerintahan dengan konspirasi kriminal yang sangat besar. Artikel tersebut ditulis oleh John Berthelsen, editor sekaligus pendiri Asia Sentinel, sebuah media Asia yang berbasis di Hongkong.

Dalam artikel yang diterbitkan Asia Sentinel disebutkan bahwa Pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap sebagai pemerintahan dengan konspirasi kriminal yang sangat besar. Sebanyak US $ 12 miliar uang dari pembayar pajak dicuri dan dicuci melalui bank-bank internasional. Sementara 30 pejabat pemerintahan disebut terlibat dalam skema konspirasi tersebut.

Tulisannya didasarkan dari laporan hasil investigasi setebal 488 halaman dalam gugatan yang dilayangkan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pekan lalu. Laporan berupa analisis forensik atau barang bukti yang dikumpulkan tim penyidik dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang dan negara-negara lain juga dilengkapi 80 halaman afidavit atau keterangan di bawah sumpah.

Laporan ini juga melibatkan serangkaian penyelidikan di lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (Singapore) dan lain-lain. Laporan itu menyebut banyak penipuan dan korupsi yang terjadi di pusaran PT Bank Century Tbk. Bank ini direkapitalisasi pada tahun 2008 dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.

Bahkan, disebutkan dalam artikel ini Bank Mutiara disebut sebagai 'Bank SBY', karena diyakini berisi dana gelap untuk menunjang Partai Demokrat, yang dipimpin oleh SBY. Artikel menyebutkan konspirasi ini dirancang Kartika Wirjoatmodjo, bankir terkemuka di Indonesia, dan pihak lainnya "dengan maksud menjarah kekayaan Lembaga Penjamin Simpanan dan cadangan asuransi dalam jumlah melebihi US $ 1,05 miliar selama 10 tahun".

Pencurian ini bertujuan untuk memperkaya penguasa yang menggunakan kekuasaan untuk mencuri sumber daya Indonesia dan juga menipu kreditur prioritas, yaitu para penggugat.

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, juga memberikan bantahan terkait muatan pemberitaan tersebut. Ferdinand mengatakan, tulisan yang menyudutkan presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanyalah sebuah karangan fiktif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Semua yang dituliskan itu tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk. Mengarang sebuah cerita dengan kisah kisah fiktif yang diolah sebagai seolah-olah sebuah kebenaran, padahal penuh kebohongan,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi, Rabu (12/9/1018), dikutip TribunWow dari Tribunnews.

Ferdinand pun mengatakan bahwa fakta terkait bank Century itu tidak satupun terkait dengan SBY, dengan Demokrat maupun dengan orang Demokrat. “Robert Tantular pemilik Century juga tidak dikenal oleh SBY. Jadi semua yang disampaikan itu adalah fitnah yang omong kosong,” katanya.

Jadi menurutnya artikel tersebut hanya fitnah pada SBY karen fakta-fata selama proses politik maupun proses hukum terkait Century, sama sekali tidak menghubungkan dengan SBY, Demokrat, maupun orang Demokrat. "Jadi bagi kami itu hanya omong kosong dan fitnah kepada SBY,” katanya. [tribunnews]

fokus berita : #Misbakhun


Kategori Berita Golkar Lainnya