14 September 2018

Berita Golkar - Anggota Panitia Kerja (Panja) Kelembagaan dan Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI Mudjib Rohmat menyoroti minimnya dana Beasiswa Bidikmisi di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Universitas Teuku Umar (UTU), Aceh, yang menurutnya anggaran terkait patut segera ditambahkan, karena berdampak kepada kelancaran perkuliahan mahasiswa bidikmisi tersebut.

“Beasiswa Bidikmisi pada realitasnya yang kuliah di perguruan tinggi negeri yang baru, seperti Unsyiah dan UTU, terutama UTU, masih lebih banyak dari masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah dan mereka membutuhkan sekali bantuan Bidikmisi, supaya memperlancar perkuliahan mereka,” katanya di Ruang Rapat Rektorat Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Kamis (13/9/2018).

Dari paparan yang didapat, menurut politisi Partai Golkar itu, terdapat sekitar 1.100 mahasiswa Unsyiah membutuhkan Beasiswa Bidikmisi. Sementara saat ini, yang mendapatkan beasiswa itu hanya 400 mahasiswa. Dari 400 mahasiswa itupun, pemberian Beasiswa Bidikmisi dilakukan secara cicil, yaitu 200 mahasiswa lebih dahulu disetor, dan 200 mahasiswa sisanya dilakukan berikutnya.

Menurutnya, hal ini berdampak pada kembalinya mahasiswa Bidikmisi ke kampung halamannya, karena pembayaran yang dicicil. Dan dirinya merasa tidak mendapatkan beasiswa tersebut, maka pulanglah mereka ke kampung halaman. Padahal setelah mereka keluar dari universitas tersebut, dana untuk 200 mahasiswa tersebut cair. Ini juga terjadi di UTU.

“Kita harapkan, kalau bisa 400 mahasiswa itu betul-betul diselesaikan secara bersamaan, jangan dicicil dan jangan bertahap. Kalau bertahap, efeknya dikira yang kloter kedua itu enggak dapat, jadi mereka sudah terlanjur pulang kampung. Apalagi kalau misalnya mereka dituntut universitasnya segera membayar. Nah ini jadi masalah,” tandas politisi dapil Jawa Tengah itu. [kontributor Aceh]

fokus berita : #Mujib Rohmat


Kategori Berita Golkar Lainnya