18 September 2018

Berita Golkar - Mahkamah Agung (MA) melansir putusan megakorupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, hari ini Senin, (17/9/2018). Dalam putusan itu, MA menyebut beberapa nama politisi Golkar, yaitu mantan Ketua DPR Ade Komarudin dan mantan Anggota Komisi II DPR Markus Nari. Keduanya dinyatakan menerima aliran uang proyek tersebut masing-masing sebesar USD 100 ribu dan USD 400 ribu.

Selain politisi Golkar ada juga bekas politisi Hanura Miryam Hariyani yang menerima USD 1,2 juta. Mantan Ketua DPR Ade Komarudin saat ini masih harus menjalani pengobatan pascajatuh dari kamar mandi pada awal Januari lalu. Pria yang akrab disapa Akom itu mengalami pendarahan di kepala hingga harus menjalani operasi di RSPAD awal tahun 2018 lalu.

Sementara itu, Markus Nari sejak ditetapkan sebagai tersangka Juli 2017 lalu, dikabarkan sampai hari ini belum di PAW (Pergantian Antar Waktu) dari jabatannya sebagai anggota DPR dan masih menerima gaji dari negara. Padahal, tersangka lain seperti Miryam Hariyani sudah di PAW.

Melihat fenomena sejumlah anggota DPR yang sudah jadi tersangka tapi masih terima gaji dari negara membikin aktivis dan pegiat antikorupsi gerah. Salah satunya Donal Fariz, dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Donal menilai, hal itu terjadi karena apabila anggota DPR menjadi tersangka atau terdakwa, statusnya hanya diberhentikan sementara, tidak permanen.

"Ironis memang ketika DPR terjerat korupsi tidak langsung diberhentikan sebelum putusan hukumannya berkekuatan hukum tetap (inkracht)," ujarnya, Selasa (18/9/2018). Ia mengatakan, kondisi ini tentunya jauh dari kepantasan moral publik karena partai politik seolah abai atas kehendak publik yang sudah lama menaruh kepercayaan rendah terhadap anggota DPR.

"Tentu tidak etis, maka seharusnya gajinya saat berstatus sebagai terdakwa di suspend dulu," tegasnya. Donal juga menyarankan kepada DPR untuk mengubah aturan soal gaji anggotanya yang terjerat korupsi agar citra buruk DPR di mata publik bisa diperbaiki. "DPR Harus mengubah aturan untuk memperbaiki kondisi seperti ini," tambahnya. [indopos]

fokus berita : #Ade Komarudin #Markus Nari


Kategori Berita Golkar Lainnya