21 September 2018

Berita Golkar - DPD I Partai Golkar Provinsi NTT telah memutuskan lima nama yang akan menjadi bakal calon (Bacalon) Bupati Timor Tengah Utara (TTU) pada pemilihan kepala daerah di daerah itu tahun 2021 mendatang. "Kami sudah memutuskan bahwa ada bacalon Bupati TTU yang mulai dari sekarang ini kami dorong," kata Melki pada acara konsolidasi pemenangan pileg dan pilpres tahun 2019 di Sekretariat DPD II partai Golkar TTU, Jumat (21/9/2018).

Melki mengatakan, bacalon bupati Kabupaten TTU tahun 2021 yang akan di dorong oleh DPD I Partai Golkar Provinsi NTT diantaranya Amandus Nahas, Gabriel Manek, Gusty Tulasih, Therensius Lazakar dan Maria Yofita Bastian. "Dan nanti akan ada lagi calon-calon bupati yang akan kami dorong mulai sekarang untuk mempersiapkan diri agar betul-betul dapat didorong Partai Golkar menjadi calon Bupati kedepan berdasarkan survei," katanya.

Melki menambahkan, pihaknya pernah membuat survei oleh Charta Politika. Diantara lima nama yang disebutkan, mereka berlima cukup diterima dimasyarakat Kabupaten TTU. Melki mengungkapkan, Partai Golkar pernah membuat konvensi pada masa lalu. Konvensi tersebut baik karena konfensi itu dilakukan untuk mempertemukan kepentingan publik dengan calon yang diinginkan oleh publik itu sendiri.

"Sehingga kami mendorong semua calon bupati di TTU ini, mulai pagi-pagi ini sudah berjalan. Dan partai Golkar ingin memberikan tempat kepada semuanya. Kalau lima ini karena berdasarkan survei suaranya bagus," ungkapnya. Menurut Melki, tidak menutup kemungkinan calon bupati TTU dari kaum perempuan dan anak muda, apabila calon tersebut yang diinginkan masyarakat TTU sehingga nantinya mereka akan didorong Partai Golkar.

"Kalau mereka ada calon perempuan dan anak muda yang diinginkan oleh masyarakat, kita akan undang mereka untuk bersama partai Golkar, kemudian bersama sengan semua caleg dan mesin partai kita umumkan dan sampaikan nama-nama bakal calon bupati itu kepada masyarakat sehingga bisa kita putuskan siapa yang akan menjadi calon bupati TTU kedepannya," jelasnya.

Melki mengatakan, proses pilkada TTU dilakukan berdasarkan hasil pileg 2019. Dengan target sembilan kursi, maka Partai Golkar dapat mengajukan calon bupatinya sendiri. Hal itu karena di TTU untuk maju menjadi calon bupati minimal didukung enam kursi DPRD.

"Jadi Golkar sudah bisa maju dengan atau tanpa koalisi, namun Partai Golkar melakukan komunikasi dengan beberapa partai lainnya. Tapi yang pasti dengan target sembilan kursi Golkar bisa mengajukan calon bupatinya sendiri tanpa berkoalisi dengan partai lain," ungkap Ketua Badan Legislasi DPRD TTU itu..

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia DPD II Partai Golkar Kabupaten TTU, Agustinus Tulasi mengatakan, sebagai kader Golkar, dirinya siap jika nantinya dimandatkan Partai Golkar menjadi calon Bupati Kabupaten TTU tahun 2021. "Sebagai salah satu kader Golkar saya menyatakan siap menerima mandat itu, jika dipercayakan partai Golkar, dan tentunya kita akan melihat tahapan mekanisme survei yang dilakukan," jelasnya.

Diakui Agustinus, sebagai anak kandung Biinmafo sekaligus menjadi kader Partai Golkar, dirinya melihat kehidupan ke depannya. "Karena yang kita tahu lokomotif pembangunan di TTU adalah pertanian. Tetapi kita bisa melihat bahwa selama ini sektor pertanian belum disentuh langsung. Padahal sesungguhnya harapan masyarakat para pemimpin dapat mengangkat kehidupan ekonomi masyarakat lewat pertanian," ujarnya. [tribunnews]

fokus berita : #Melki Laka Lena


Kategori Berita Golkar Lainnya