21 September 2018

Berita Golkar - Peningkatan produktivitas komoditas pertanian seharusnya diapresiasi seluruh elemen pemerintahan, terutama soal beras. Anggota Komisi IV DPR Endang Srikarti Handayani menyampaikan, soal beras, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan jajarannya juga pasti memiliki data yang bisa dipertanggung jawabkan ke publik.

"Nanti kan tinggal dipaparkan, apa ada sinkronisasi berdasarkan perhitungan BPS. Tapi yang patut diapresiasi bahwa Mentan sudah menunjukkan tercapainya peningkatan hasil produksi komoditas pertanian, apalagi sudah ada ekspornya," ujar Endang di Jakarta, Jumat (21/9/2018). Selaras dengan rekannya di anggota Komisi IV DPR, Michael Wattimena menuturkan, panen produksi padi bisa dikategorikan baik.

Bahkan, kata Michael, Amran Sulaiman berani menjamin bahwa panen padi tetap aman di musim kemarau. "Artinya stok beras cukup aman kalau dilihat dari aspek panennya. Kan Mentan yang punya data panen padi berapa banyaknya. Data yang diterbitkan Kementan katanya luas tanam padi bertambah, itu bisa diperhitungkan waktu untuk kecukupan ketersediaan beras," ungkap Michael.

Terkait sektor pertanian, BPS mencatat ada pertumbuhan yang lebih baik untuk nilai tukar petani sebesar 0,89 persen pada Agustus dibandingkan Juli tahun ini. Nilai Tukar Petani (NTP) khusus tanaman pangan naik 1,28% bulan Agustus 2018 dibandikan bulan Juli 2018. Mengacu data Perum BULOG, jumlah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 18 September 2018 mencapai 2,24 juta ton, jauh diatas batas aman stok CBP sekitar 1-1,5 juta ton.

Selain itu, ada stok beras di penggilingan, mengacu hasil survei Kementerian Pertanian per minggu II September 2018 mencapai 1,48 juta ton. Belum lagi stok beras di masyarakat lainnya seperti di tingkat rumah tangga dan para pedagang. Berdasarkan Aram I 2018 (BPS-Ditjen TP), perkiraan luas panen padi Jan-Agustus mencapai 12,18 juta Ha dan prediksi luas panen Oktober - Desember mencapai 3,82 juta Ha. [rmol]

fokus berita : #Endang Srikarti


Kategori Berita Golkar Lainnya