20 September 2018

Berita Golkar - Mendekati Pemilu tensi politik mulai naik dan bahkan muncul konflik sesama anak bangsa. Solusinya adalah kembali ke Pancasila sebagai rumah bersama bangsa Indonesia.

"Budaya Indonesia adalah gotong royong sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 dan Pancasila. Oleh karena itu, proses penyelamatan bangsa harus kembali kepada Pancasila dan UUD 45, serta kembali kepada bahwa rakyat sebagai pemegang kedaulatan bangsa yang tertinggi," kata Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, dalam diskusi "Strategi Penyelamatan Bangsa: Perspektif Politik dan Ekonomi" di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Jika sudah kembali kepada UUD 45 dan Pancasila, kata dia, tidak akan ada perdebatan yang menggunakan isu SARA dan etnik. Agun berharap menghadapi Pemilu tidak ada lagi politisasi rumah ibadah. Sebab rumah ibadah seharusnya menjadi pusat peradaban sehingga bukan hanya sekedar tempat beribadah semata.

"Lengkapi rumah ibadah dengan sarana kebangsaan guna memberi pahaman terhadap kebangsaan dan kebhinekaan," tukas Agun Gunandjar. Diskusi diadakan Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima). Hadir sebagai pembicara selain Agun Gunandjar Sudarsa adalah Direktur Indef Enny Sri Hartati, analis komunikasi politik dari KedaiKopi, Hendri Satrio dan Ketua Presidium Prima Sya'roni. [rmol]

fokus berita : #Agun Gunandjar


Kategori Berita Golkar Lainnya