24 September 2018

Berita Golkar - DPD II Partai Golkar Makassar menargetkan 10 kursi dari total 50 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar pada pemilihan umum (Pemilu) 2019. Ada lima daerah pemilihan yang tersebar di 153 kelurahan dan desa di 15 kecamatan. Setiap dapil, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan dua kursi.

"Kalau kemarin Golkar punya delapan kursi, kita naikkan menjadi 10. Bagaimana caranya? Yang tahu cuma caleg Golkar Makassar," ungkap Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta (Aru), Senin (24/9/2018).

Ketua DPRD Makassar itu menambahkan setiap caleg punya tandem di provinsi maupun di pusat. Hanya saja, Aru enggan membeberkan nama-nama tandem calegnya. "Berapa suara yang wajib diperoleh setiap caleg? Bagaimana agar mereka tidak saling mendahului mendapat suara rakyat? Hanya mereka yang tahu karena itu soal dapur partai," tuturnya.

Aru memastikan saksi Golkar bekerja untuk partai. Menurutnya, jika ada saksi Golkar bekerja untuk caleg tertentu, bisa melahirkan iri sesama caleg. "Saksi partai mengawal suara partai sesuai aturan. Tidak berafiliasi dengan calon. Silakan bekerja sesuai intruksi partai. Makanya Bappilu tidak maccaleg, karena dia melayani semua caleg," tegas Aru. [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya