22 September 2018

Berita Golkar - Anggota Tim Panja Rancangan Undang-Undang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (RUU SSKCKR) Komisi X DPR RI Noor Achmad mengatakan pentingnya peran masyarakat dalam pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam. Apalagi di Provinsi Jawa Timur yang kaya akan sejarah, menurutnya masyarakat dan pihak terkait harus mencari karya-karya yang belum terhimpun itu.

“Jawa Timur ini kaya akan sejarah. Saya tanya kepala perpustakaan, mereka bilang ada beberapa masyarakat yang memiliki, tapi untuk memperolehnya harus ada upacara. Saya bilang kalau sudah ada, harus dikejar supaya sejarah kita tidak hilang. Masyarakat juga diimbau berperan melaporan jika memiliki karya cetak atau karya rekam itu disimpan,” ungkap Noor usai meninjau Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (20/9/2018).

Dalam kesempatan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi X DPR RI itu, Noor mengimbau masyarakat yang memilki karya cetak atau karya rekam untuk menyerahkan koleksi pribadi kepada Perpustakaan Nasional RI dan perpustakaan provinsi untuk dikoleksi, sehingga dapat membangun budaya literasi melalui pendayagunaan koleksi serah simpan.

“Kalau sudah diserahkan, bisa disimpan di perpustakaan. Hal itu berarti memelihara koleksi serah simpan dan menyelamatkan koleksi serah simpan dari ancaman bahaya yang disebabkan dari bencana alam dan perbuatan manusia,” jelas politisi Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Setelah melakukan peninjauan di Perpustakaan Provinsi Jatim, ia menilai ada kesungguhan dari Pemerintah Provinsi Jatim untuk menyimpan karya cetak dan rekam. “Sudah bagus penyimpanan karya cetak dan karya rekam di sini. Masukkan dari mereka salah satunya terkait ahli media yang perlu dilindungi dalam UU,” tutup politisi dapil Jawa Tengah itu. [kontributor Jatim]

fokus berita : #Noor Achmad


Kategori Berita Golkar Lainnya