24 September 2018

Berita Golkar - Anggota Komisi IV DPR RI Robert Joppy Kardinal mengajak masyarakat Papua dan Papua Barat kembali mengonsumsi sagu dalam pemenuhan pangan sehari-hari. Hal ini penting untuk melestarikan dan memanfaatkan sumber daya alam Papua yang dianugerahi produksi sagu melimpah. Robert mengajak pemerintah dan masyarakat sama-sama bersinergi menggali potensi sagu di Papua, karena ini adalah makanan lokal yang harus dilestarikan.

“Soal konsumsi sagu ini saya konsen, produksi sagu di Papua ini sangat melimpah, 5,2 juta ton sagu. Bagus jika sagu itu bisa memenuhi kebutuhan di seluruh Indonesia,” tutur Legislator Golkar ini usai meninjau lokasi pengolahan sagu di Sorong, Papua Barat. Robert juga menegaskan mengonsumsi sagu itu juga lebih baik daripada mengkonsumsi beras, pasalnya sagu tidak mengandung karbohidrat dan cukup untuk terhindar dari diabetes.

Ini perlu untuk diketahui sebagai langkah untuk menjaga pola makan untuk hidup sehat. “Kalau dengan sagu itu bisa terpenuhi kebutuhan sagu seluruh Indonensia. Ini potensi sagu harus digali terus. Saya terus berdiskusi dengan pemerintah provinsi, mereka sedang giatkan itu. Semua kegiatan yang dilakukan pemerintah, makanan yang disajikan harus makanan lokal. Dan sagu itu manfaatnya jauh lebih banyak daripada sawit,” jelas legislator dapil Papua Barat ini.

“Sagu adalah yang terbaik. Untuk hindari diabetes. Orang Papua saya sarankan lebih banyak makan sagu. Saya di Jakarta tiap minggu dua kali makan sagu, yakni papeda,” sambung Robert. Ia juga menuturkan sagu adalah anugerah Tuhan untuk tanah Papua yang harus dimanfaatkan secara maksimal. “Seluruh dunia di manapun tidak ada makanan gratis kecuali sagu. Sagu adalah anugerah Tuhan untuk Papua. Ayo kembali kita makan sagu,” ajak Robert. [kontributor Papua Barat]

fokus berita : #Robert Kardinal


Kategori Berita Golkar Lainnya