18 September 2018

Berita Golkar - Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin merasa geram karena masih merajalelanya tindak pidana korupsi di Tanah Air. Mahyudin tidak habis pikir masih banyaknya oknum aparat di lembaga negara ini yang berani berbuat korupsi. Sampai menyentuh lembaga peradilan yang seharusnya “bersih” dari tindakan korupsi.

“Seperti para hakim yang merupakan wakil Tuhan untuk mengadili manusia, tapi juga masih terjerat korupsi. Ternyata wakil Tuhan di dunia juga masih suka uang. Begitulah, sikap manusia yang tergoda,” katanya di Ngawi, Jawa Timur, Senin (17/9/2018).

Wakil ketua MPR ini juga menyinggung tidak sedikit politisi terjerat korupsi dan ditahan KPK, misalnya mantan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marhan dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. Padahal menurut Mahyudin, rejeki manusia itu sudah diatur Tuhan dan tidak mungkin tertukar. Manusia hanya berusaha mencarinya secara halal.

“Rejeki tidak akan salah tujuan karena sudah ditetapkan Tuhan. Kalau kita makan barang tidak halal, itu akan menjadi darah daging kita,” katanya. Untuk itu, Mahyudin berharap ke depan, korupsi harus dijadikan musuh bersama, musuh negara. Karena korupsi menjadikan bangsa ini semakin terpuruk.

“Semoga ke depan, siapa pun pemimpinnya, pemberantasan korupsi tidak pernah surut dan tetap harus dilakukan,” katanya. Mahyudin kembali mengingatkan bagaimana pentingnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, yang pada sila terakhirnya menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [gatra]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya