20 September 2018

Berita Golkar - Politisi muda Golkar Mahyudin minta kasus korupsi pencucian uang Bank Century diselesaikan KPK supaya tidak timbul fitnah. Dia tidak ikut campur soal dugaan Partai Demokrat ada keterlibatan Istana dalam pemberitaan media Asia Sentinel yang menyudutkan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya sih tidak mau ikut latah menuduh dan mencurigai orang, tetapi saya kira ini kan kasus lama yang mengendap di KPK, kalau saya sih ingin ini dituntaskan saja supaya tidak menjadi bom waktu menjadi fitnah, menjadi prasangka, menjadi alat politik, menurut saya ini ya dituntaskan saja," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (19/9/2018).

Menurutnya, titik berat masalah ini berada di KPK. Tinggal KPK apakah mau benar-benar menuntaskan atau tidak. Sebab, Bank Century ini bermasalah dari sisi politik, tinggal penyelesaian dari sisi hukum. "Kan sudah masuk di KPK dari dulu barang ini, ya dituntaskan aja di clear kan. Kalau KPK sudah bilang nggak ada masalah, saya kira masyarakat juga harus terima, jangan dijadikan alat politik," ucapnya.

Meski KPK mengatakan kasus Century sudah selesai, Mahyudin memandang masalah ini masih menggantung. Jika ada pihak punya bukti baru baiknya disampaikan ke KPK dan mesti ditelusuri. "Saya kira jangan terlalu banyak dibikin opini dalam bentuk politik, digoreng sana goreng sini yang akhirnya merugikan orang," tandasnya.

Sebagai informasi, Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mempertanyakan kemungkinan keterlibatan pihak Istana dalam pemberitaan soal konspirasi pada kasus Bank Century yang menyeret nama Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam artikelnya, media Asia Sentinel menyebut SBY bersama 30 pejabat lain melakukan tindak pencucian uang sebesar USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun. [merdeka]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya