25 September 2018

Berita Golkar - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) melakukan sosialisasi empat pilar di gedung Kemuning, kompleks Balai Kota Bogor. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengingatkan ibu-ibu pengajian, pemuda-pemudi, hingga pengemudi ojek online untuk menghindari politik identitas.

"Kita harus betul-betul menjaga persatuan. Jangan terjebak pada politik identitas yang membawa-bawa ras, suku, agama, dan antargolongan. Kita harus menentukan pilihan yang cocok dengan hati nurani," kata Mahyudin dalam keterangan tertulis, Selasa (25/9/2018). Untuk menghindari agar masyarakat tidak terbawa-bawa ke politik identitas, Mahyudin mengatakan masyarakat harus cerdas.

"Saya kira para calon presiden mengerti bahaya politik identitas, dan mereka tidak melakukan itu. Tapi sulit dikontrol tim suksesnya di bawah karena saking bersemangat untuk meraih target menang, mereka menghalalkan segala cara," katanya. Tugas MPR, menurutnya, memberi pencerahan kepada masyarakat agar mereka memahami politik identitas. Melalui sosialisasi empat pilar ini, ia pun mengajak masyarakat memilih calon dari program yang ditawarkan.

"Yang penting bagi para calon adalah adu program, ide dan gagasan, bukan adu politik identitas. Saya kita itu ukurannya," lanjut dia. Ia juga menyoroti masih banyaknya permasalahan yang dihadapi, seperti kurangnya keteladanan, penegakan hukum yang tidak maksimal, sehingga muncul istilah tumpul ke atas tajam ke bawah, biaya demokrasi yang tinggi hingga menimbulkan korupsi, hingga lemahnya pemahaman terhadap agama dan menimbulkan radikalisme.

"Radikalisme ini muaranya terorisme," kata Mahyudin. Sosialisasi empat pilar di Bogor ini diselenggarakan oleh MPR bekerja sama dengan Front Kesatuan Pemuda Bugis Makassar (FKPBM) Jawa Barat. Selain Mahyudin, ikut memberikan materi sosialisasi adalah anggota MPR/DPR Fraksi Partai Golkar KH. Deding Ishak. [detik]

fokus berita : #Mahyudin #Deding Ishak


Kategori Berita Golkar Lainnya