27 September 2018

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) tak henti mengajak seluruh elemen masyarakat berjihad memberantas peredaran dan pengunaan narkoba. Terlebih, berdasarkan survei yang dilakukan BNN dengan Universitas Indonesia sekitar 3,376 juta atau 1,71 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna narkoba.

"Kejahatan narkoba bukan kejahatan biasa. Tapi, sudah menjadi kejahatan internasional terorganisir dengan sangat rapi. Kepentingan bisnisnya melibatkan banyak pihak yang tak sembarangan. Bahkan mata rantai peredarannya pun dikontrol dari dalam Lapas. Sangat ironis sekali," ujar Bamsoet saat menerima Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FORKAN) di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Kamis (27/09/18).

Pengurus FORKAN yang hadir antara lain Jefri Tambayong (Ketua), Sismanu (Wakil Ketua), Bambang (Wakil Ketua), Ruliadi (Sekjen), Richard Nayom (Wakil Sekjen), Hanny (Bendahara) dan Astrid (Kepala Bidang Rehabilitasi). Politisi Partai Golkar ini mengapresiasi lahirnya FORKAN sesuai amanah UU No. 35 tahun 2009. FORKAN didirkan atas prakarsa Badan Narkotika Nasional untuk menyatukan berbagai organisasi anti narkoba.

"DPR RI sudah meminta aparat hukum seperti TNI, Kepolisian dan Kejaksaan, serta berbagai instansi terkait lainnya seperti Bea Cukai, dan Imigrasi untuk meningkatkan pengawasan di berbagai pintu masuk wilayah Indonesia. Khususnya, terhadap pulau terdepan Indonesia. Sehingga kita bisa menutup jalan-jalan tikus masuknya narkoba dari luar ke Indonesia," jelas Bamsoet.

Bamsoet meminta FORKAN aktif mewaspadai peredaran banyak varian narkoba. Beberapa waktu lalu Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar pabrik narkotika jenis baru di Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor. "Saya meminta BNN dan Kepolisian segera mengidentifikasi, menyita seluruh peralatan dan menghentikan kegiatan produksi narkotika jenis baru itu. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban karena tidak tahu," kata Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan, data dari BNN mencatat dari 249.000 narapidana di Lapas dan Rutan, 111.000 orang diantaranya narapidana narkoba. Dengan perbandingan 66.000 merupakan bandar/pengedar dan 44.000 penyalahguna narkoba. Sedang jumlah petugas minim hanya berjumlah 44.000 orang.

"DPR RI sudah meminta Kemenkumham dan Kepolisian memperketat jalur masuk barang ke dalam Lapas dan Rutan, serta mengusut dan menindak tegas sipir yang terbukti terlibat transaksi narkoba di dalam Lapas dan Rutan," imbuh Bamsoet. Legislator Dapil VII Jawa Tengah ini juga diangkat menjadi Dewan Pembina FORKAN. Sehingga ke depannya FORKAN bisa menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba di Indonesia.

"Memberantas narkoba tidak cukup hanya menghukum pelakunya saja tapi harus dimulai dari masing-masing keluarga sebagai bagian inti dari sebuah bangsa. Jika masing-masing keluarga sudah bisa menjaga anggotanya dengan baik, narkoba akan sukar masuk ke pintu rumah mereka," pungkas Bamsoet. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya