27 September 2018

Berita Golkar - Terdakwa perkara suap proyek pengadaan satelit monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fayakhun Andriadi mengatakan pernah memberikan uang Sing$ 500 ribu kepada Setya Novanto. Namun, dia mengatakan uang itu bukan untuk Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar. "Saya serahkan 500 ribu dolar Singapura bukan untuk rapimnas, momentumnya memang dekat rapimnas," kata Fayakhun, Rabu, (26/9/2018).

Dalam sidang, Fayakhun mengaku memberikan uang itu atas inisiatifnya sendiri. Dia mengatakan, Setya selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar tidak pernah menyuruhnya memberikan uang. "Kebetulan saya punya uang lebih, saya tahu ketum pusing sudah mau rapimnas," kata dia.

Di sidang sebelumnya, staf Fayakhun, Agus Gunawan mengatakan pernah memberikan uang Sing$ 500 ribu kepada keponakan Setya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Namun, Irvanto membantah pernah menerima uang itu. Begitupun Setya Novanto juga membantah menerima. "Saya sudah dalam keadaan susah begini, saya demi Tuhan," kata dia.

Dalam perkara ini Fayakhun Andriadi didakwa menerima suap sebanyak US$ 911.480 dalam proyek Bakamla. Dia didakwa menerima uang itu dari Fahmi, selaku Direktur PT Merial Esa, penggarap proyek ini. Jaksa mendakwa Fayakhun menerima uang itu sebagai imbalan atas jasanya meloloskan alokasi penambahan anggaran Bakamla dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. [tempo]

fokus berita : #Setya Novanto #Fayakhun Andriadi


Kategori Berita Golkar Lainnya