03 Oktober 2018

Berita Golkar - Anggota Komisi IV DPR RI Robert Joppy Kardinal menyampaikan catatan penting berkaitan dengan Revisi Undang-Undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Dia mengharapkan agar RUU Kehutanan bisa disinkronkan dengan Undang-Udang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Papua.

Menurut Anggota Dewan dari Dapil Papua Barat ini, adat istiadat dan kebudayaan Papua sangat erat kaitannya dengan masyarakat asli setempat. Otonomi khusus Papua sudah mengakomodir kepentingan itu. "Catatan penting saya, kita harus memperhatikan kekhususan UU No.21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, supaya tidak banyak tumpang tindih," ungkapnya saat kunjungan kerja spesifik di Manokwari, Rabu (3/10/2018).

Dia pun mangamini aspirasi pakar antropologi dari Universitas Papua yang menjabarkan kebudayaan masyarakat setempat atas kepemiikan tanah. “Melihat tadi yang dikatakan bahwa di Papua ini tidak ada satu jengkal tanah pun yang tidak ada pemiliknya. Semua itu pasti ada orangnya, tuannya. Itu yang penting sekali,” ujar Robert saat acara jejaring pendapat menerima masukan dari para akademisi Universitas Papua di Fakultas Kehutanan.

Hal mendasar yang menjadi isi UU Otonomi Khusus Bagi Papua berkaitan pengaturan kewenangan antara Pemerintah dengan Pemerintah Provinsi Papua dan penerapan kewenangan itu di Papua yang dilakukan dengan kekhususan. UU ini menempatkan orang asli Papua dan penduduk Papua pada umumnya sebagai subjek utama. Keberadaan Pemerintah dan Pemerintah Daerah serta perangkat di bawahnya, diarahkan memberikan pelayanan terbaik dan pemberdayaan rakyat.

Terkait ekosistem dan pelestarian hutan di Papua, dia menegaskan agar tradisi pemberian mahkota burung cendrawasih yang diawetkan kepada tamu atau orang-orang yang dihormati, tidak menggunakan burung asli, melainkan cukup dengan replika burung buatan. Hal ini bertujuan agar burung asli endemik Papua terjaga kelestariannya.

“Saya minta supaya jadi perhatian adat, masyarakat Papua dan Papua Barat khususnya, tidak memberi tamu yang hadir dalam kegiatan apapun dengan mahkota burung cendrawasih yang dimatikan. Itu berarti kita sudah turut menghancurkan ekosistem. Satu contoh seperti itu," jelas Robert. [kontributor Papua]

fokus berita : #Robert Kardinal


Kategori Berita Golkar Lainnya