02 Oktober 2018

Berita Golkar - Partai Golkar melakukan sejumlah persiapan menghadapi Pemilu 2019. Sebab, pemilu yang dilakukan serentak ini baru pertama kali digelar di Indonesia. Salah satunya dengan menggelar seminar yang menghadirkan pimpinan partai politik di MPR, tim sukses dua pasangan capres, serta LSM. Ada pula perguruan tinggi, BEM serta generasi milenial untuk membicarakan agenda Kebangsaan dan Kesejahteraan.

"Seminar akan digelar di Gedung MPR RI minggu depan. Dengan menghadirkan pembicara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan pakar politik Valina Singka Surbekti," kata Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) di MPR RI Agun Gunanjar Sudarsa, Selasa (2/10/2018). Latar belakang seminar ditujukan untuk mengurangi dan mengantisipasi dampak negatif pemilu, mulai kecurangan pemilu, politik uang, sampai pentingnya saksi dalam tahapan pemilu di hari H.

Tujuannya agar pemilu serentak dipahami sebagai kompetisi dalam kerangka memperkuat 4 pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. "Selain itu, untuk mengurangi politik identitas yang rawan gesekan," tegas Agun. Tema yang akan dibicaraan akan dibahas sesuai basis keilmuan dan pengalaman. Termasuk pembicara dari Bawaslu dan pakar komunikasi Universitas Indonesia dengan tema 'Pemilu 2019: Damai, Bersih dan Bermartabat'.

Sementara itu, Anggota DPR dari Golkar Satya Widya Yudha mengatakan, pemilu serentak yang akan digelar April 2019 dalam rangka melaksanakan kesepakatan bersama yang sudah tertuang di dalam 4 Pilar MPR. Buat kondisi saat ini, kata Satya lagi, sebenarnya semakin sempit buat kelompok radikal untuk melaksanakan aksinya pasca disahkannya UU Pidana Terorisme.

Dimana UU yang baru telah memberikan mandat kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, BNPT, yang berbeda dengan yang lalu. "BNPT sekarang sudah bisa melakukan pencegahan sebelum teroris melakukan aksinya," jelas Satya. [merdeka]

fokus berita : #Agun Gunandjar


Kategori Berita Golkar Lainnya