07 Oktober 2018

Berita Golkar - Tanggal 3 Oktober 2018 tepat di hari kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet terbongkat, diusulkan menjadi Hari Anti Hoaks Nasional oleh berbagai pihak. Hal itu mengingat apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet adalah tindakan penyebaran berita bohong.

Kemudian juga efek yang diperbuat dalam kebohongan dari Ratna Sarumpaet berimbas buruk untuk situasi kondusifitas Indonesia. Apalagi mengingat bangsa Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang. Gubernur Provinsi Lampung Terpilih, Arinal Djunaidi mengatakan bahwa di Lampung situasinya normal-normal saja.

Meskipun begitu dirinya secara tegas perbuatan penyebaran berita bohong atau hoaks merupakan kejahatan. "Saya dukung anti hoaks," katanya usai acara Donasi Peduli dan Berbagi untuk Pemulihan Pasca Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah di Restoran Rumah Kayu, Jalan Basuki Rakhmat, Bandar Lampung, Minggu (7/10/2018).

Kemudian ia juga menegaskan dan mengajak semua pihak untuk jujur dalam perbuatan dan tindakan serta ikhlas dalam pengabdian. Maka dari itu dirinya menolak secara tegas adanya hoaks. "Saya tidak tahu dan tidak mengenal hoaks," kata Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung ini. [lampost]

fokus berita : #Arinal Djunaidi


Kategori Berita Golkar Lainnya