09 Oktober 2018

Berita Golkar - Legislator Partai Golkar yang juga Ketua Komisi XI DPR, Melchias Markus Mekeng mengaku percaya dengan pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan 15.000 delegasi pertemuan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2018 membayar biaya hotel dan makan dengan uang sendiri. “Saya percaya apa yang disampaikan pak jokowi,” kata legislator asal NTT ini, Selasa (9/9/2018).

Politisi Golkar ini menegaskan, anggaran Rp 855,5 miliar itu tak digunakan untuk juga untuk pembangunan Proyek infrastruktur pendukung kelancaran pertemuan itu seperti memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali dan membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali agar tidak macet. Ditegaskannya, anggaran Rp 855,5 Milyar hanya untuk membiayai makan dan penginapan 15000 delegasi, tentu tak wajar, karena terlalu mahal.

“Dana itu (Rp 855,5 Milyar) termasuk untuk pembangunan apron bandara dan terowongan. Kalo hanya untuk makan dan hotel itu terlalu mahal. Jadi saya percaya apa yang disampaikan pak jokowi,” tegas dia. Berbeda dengan Mekeng, Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan sebelumnya, membantah pernyataan Presiden Jokowi ihwal Penggunaan anggaran makan dan akomodasi Hotel dalam Perhelatan IMF-World Bank menggunakan dana mereka sendiri.

“Saya di Komisi XI tahu persis Kemenkeu menganggarkan Rp 855,5 miliar, dan itu hanya sebatas untuk biaya yang sifatnya operasional termasuk biaya hotel dan jamuan makan, diantaranya pengeluaran akomodasi mencapai Rp 569,9 miliar; diikuti makanan dan minuman sebesar Rp 190,5 miliar; transportasi sejumlah Rp 36,1 miliar; hiburan sebesar Rp 57 miliar; dan souvenir senilai Rp 90,2 miliar,” kata dia.

Menurut dia, anggaran tersebut diluar anggaran yang dialokasikan Bank Indonesia (BI) yang akan menanggung persiapan untuk hotel, lokasi acara (venue), dan ruang perkantoran (office) diperkirakan besarannya sekitar Rp 200 miliar. “Mana ada tamu membiayai kedatangannya sendiri, memangnya rakyat bodoh semua?,” tegas dia.

Ihwal pernyataan Jokowi yang mengatakan bahwa anggaran IMF–WB dipakai untuk memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali bukan untuk biaya makan dan Hotel melainkan dipakai untuk membangun apron di bandara Bali dan membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali agar tidak macet. Anak buah Prabowo Subianto ini kembali membantahnya.

“Jadi biaya sebesar Rp 855,5 miliar bukan untuk memperluas apron di bandara Bali dan membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali, seperti yang disampaikam Jokowi di Universitas Sumatera Utara, Medan, Senin (kemarin, 8/9/2018), itu dengan pos anggaran yang terpisah, mencapai hingga Rp 4,9 triliun yang dialokasikan dari APBN,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi di Universitas Sumatera Utara (USU), Medang, Sumut, Senin (8/10) pagi mengatakan bahwa anggaran besar untuk acara IMF – WB lantaran dipakai untuk memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali dan untuk membuat terowongan, persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet.

Artinya, itu juga akan kita gunakan terus, terowongan dan appron untuk parkir bandara akan kita gunakan terus bukan sesuatu yang hilang,” ujar Presiden. Meskipun dihadiri oleh lebih dari 15.000 peserta, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa peserta IMF-WB 2018 membiayai dirinya sendiri. “Hotel bayar sendiri, makan bayar sendiri,” ucapnya. [timesindonesia]

fokus berita : #Melchias Mekeng


Kategori Berita Golkar Lainnya