11 Oktober 2018

Berita Golkar - Anggota Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Misbakhun, angkat bicara soal tudingan calon Presiden Prabowo Subianto bahwa tak ada elite politik yang mau membahas tentang pasal 33 UUD 1945. Pasal itu menyangkut kekayaan alam Indonesia yang digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Prabowo juga mengkritik kekayaan alam Indonesia selalu dibawa lari ke luar negeri.

Prabowo juga menyebut, banyak elite parpol yang menjadi pengkhianat bangsa Indonesia. "Tidak ada elite pimpinan nasional selama Bapak Presiden Jokowi berkuasa sejak 2014 yang menjadi pengkhianat. Bahkan kalau kita telusuri sejalan dan latar belakang kehidupan politik dan pribadi Pak Jokowi jauh dari intrik politik dan permainan dunia usaha yang rumit," ucap Misbakhun, Kamis (11/10/2018).

Soal Prabowo menyebut para elite Indonesia telah gagal mengelola perekonomian Indonesia, dia menegaskan, itu tak mendasar. Sebab, Jokowi selalu memerhatikan seluruh elemen. "Kerja politik Pak Jokowi melalui program pembangunan di semua sektor dan bidang selalu untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia di seluruh pelosok tanah air," ungkap politisi Golkar ini.

Dia pun bertanya, maksud perkataan itu disematkan kepada siapa. Dirinya langsung menyindir Prabowo. "Menjadi pertanyaan bagi Pak Prabowo, statement peringatan tersebut ditujukan kepada siapa dan dalam kepentingan apa. Bisa jadi ditujukan kepada pemimpin nasional yang pernah mengatakan I Love United States with all its faults. I consider it my second country. Kalau itu yang dituju maka orang itu bagian dari koalisi partai pengusung Pak Prabowo," tuturnya.

Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto bicara soal pengkhianatan yang dialami Indonesia. Menurut dia, hal itu dilakukan para elite bangsa, termasuk para pimpinan partai politik. "Ada masalah besar di Republik kita, pendapat saya, saya melihat ada satu pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan elite bangsa kita sendiri terhadap rakyatnya," ujar Prabowo di Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

"Saya sebut elite, saya tidak sebut partai mana, kelompok mana, elite itu unsur pimpinan, saya juga bagian dari elite itu," jelas Prabowo. Ketum Partai Gerindra ini menilai, para elite bangsa tidak lagi berpikir untuk kepentingan yang besar, yakni rakyat Indonesia.

Prabowo merasa para elite hanya berpikir untuk kepentingan kelompok pribadi, dirinya, dan keluarganya sendiri. "Sehingga disconnect terjadi suatu jurang terjadi antara realita masyarakat dan kehidupan elite. Ini sudah berjalan puluhan tahun. Perkembangan seperti ini yang mengakibatkan terjadi keadaan paradoks, kejanggalan," kritik dia. [merdeka]

fokus berita : #Misbakhun


Kategori Berita Golkar Lainnya