12 Oktober 2018

Berita Golkar - Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, Firmandez, meminta pemerintah pusat melalui kementerian terkait melakukan normalisasi sejumlah sungai di Aceh guna mencegah banjir. Menurut Firmandez, di beberapa daerah di Aceh, banjir adalah persoalan yang terus berulang setiap tahun, terutama saat-saat musim hujan.

“Ini pekerjaan rumah yang belum selesai-selesai, persoalan banjir masih menghantui masyarakat kita, seperti dialami masyarakat sekitar daerah aliran sungai Krueng Keureutoe di Aceh Utara, di Aceh Selatan sampai ke Singkil. Normalisasi sungai harus segera dilakukan di daerah-daerah rawan banjir,” ujar Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar ini, Jumat, (12/10/2018) di Banda Aceh.

Firmandez melanjutkan, selama ini banjir di Aceh belum ditangani serius. Selain karena persoalan anggaran juga karena kondisi geografis wilayah yang rawan. “Daerah tentu memiliki keterbatasa anggaran melakukan normalisasi sejumlah sungai, makanya kita minta Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini,” lanjut Firmandez.

Firmandez menambahkan, penanggulangan dan pencegahan banjir harus dilakukan maksimal, karena akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Ia mencontohnya, sering jebolnya tanggul Krueng Keureutoe di Aceh Utara setiap tahun, bukan hanya merendam pemukiman warga, tapi juga menyebabkan gagal panen ribuan hektar lahan pertanian.

“Dampak yang ditimbulkan sangat besar, kalau ini terus berulang terjadi setiap tahun, maka ekonomi masyarakat akan terganggu. Jadi, kita minta ini untuk ditanggulangi sejak dini, karena ini sudah berulang terjadi,” pungkas politisi Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini. [kontributor Aceh]

fokus berita : #Firmandez


Kategori Berita Golkar Lainnya