11 Oktober 2018

Berita Golkar - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menerima kunjungan pemerintah dan perwakilan dunia usaha Finlandia, yang dipimpin Menteri Pembangunan dan Perdagangan Luar Negeri Anne-Mari Virolainen. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas kerja sama di bidang sosial dan lingkungan. Dari pihak tamu, hadir sebanyak 10 orang.

Selain Anne-Mari, hadir pula Wakil Presiden Fortum Pasi Mikkonen dan perwakilan Kementerian Luar Negeri Finlandia Tapani Kivel, Jukka-Pekka Kaihilahti, dan Anssi Kullberg. "Kedatangan Ibu Menteri untuk membicarakan kerja sama kedua negara. Yakni bagaimana mengolah sampah menjadi energi listrik yang hasilnya untuk mengangkat nasib anak-anak miskin di pusat pengelolaan sampah di Jakarta," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang, Rabu (10/10/2018).

Dalam pertemuan ini, Mensos didampingi Dirjen Pemberdayaan Fakir Miskin Andi ZA Dulung, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Nahar, Kepala Biro Perencanaan Adhy Karyono, dan Direktur Pemberdayaan Sosial, Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat Bambang Mulyadi.

Mensos menyatakan, kerja sama ini mengatasi tiga masalah sekaligus yang selama ini masih dialami kota-kota besarr di Indonesia terutama, yakni masalah sampah, ketersediaan listrik dan penanganan kemiskinan. "Dengan pengolahan sampah menjadi listrik, masalah sampah bisa kita atasi sekaligus bisa meningkatkan ketersediaan energi listrik. Dengan lokasi di kawasan kumuh, bisa kembangkan pemenuhan hak anak-anak miskin melalui program CSR," kata Mensos.

Dengan menimbang besarnya manfaat yang bisa didapat, Mensos menawarkan kemungkinan proyek ini bisa dikembangkan di kota-kota lain di Indonesia, misalnya di Bandung. Untuk melaksanakan proyek ini, pihak Finlandia sedang intensif membicarakannya dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Dalam pelaksanaannya nanti, proyek ini tidak semata-mata berorientasi pada akumulasi keuntungan (profit).

Terkait itu, Direktorat Anak Kementerian Sosial akan memainkan perannya untuk memastikan CSR tersebut memberi dampak positif dan signifikan terhadap pemenuhan hak-hak anak miskin. Dalam pertemuan itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Nahar menyatakan, untuk membantu anak-anak yang tinggal pusat pengelolaan sampah seperti Sunter dan Bantar Gebang, bisa diakses melalui dua program, besar, yakni rehabilitasi sosial dan perlindungan sosial.

"Di rehabilitasi sosial, kami menggunakan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) fokus pada anak tanpa identitas dan anak. Untuk perlindungan sosial, kami punya Program Keluarga Harapan (PKH) yang terkait anak dalam keluarga miskin," katanya. Kedua program ini bersentuhan dengan pengasuhan, pendidikan, termasuk akses tehadap perlindungan sosial seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pinter (KIP), termasuk keterampilan," katanya. [merdeka]

fokus berita : #Agus Gumiwang


Kategori Berita Golkar Lainnya