12 Oktober 2018

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha mengapresiasi pertemuan Pemimpin ASEAN di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018), sebagai langkah strategis diplomasi Indonesia. Peran penting Indonesia baik secara politik maupun ekonomi sangat dinantikan negara-negara tetangga untuk menciptakan stabilitas di kawasan.

“Kita apresiasi, inisiatif Indonesia menggelar ASEAN Leader’s Gathering yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut sebagai langkah diplomasi yang strategis bagi Indonesia mengingat peran penting kita di kawasan ASEAN,” papar Satya dalam siaran persnya di sela-sela Annual Meeting IMF-World Bank di Nusa Dua, Jumat (12/10/2018).

Menurut politisi Golkar tersebut, poin penting dalam ASEAN Leader’s Gathering selain mempererat kerjasama dan sinergi antara negara juga sebagai upaya pencapaian pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang melibatkan banyak pihak, baik organisasi lokal, regional maupun internasional. “Presiden Jokowi sangat concern atas progres pembangunan berkelanjutan yang harus menjadi prioritas bersama di kawasan," ujarnya.

Dalam SDGs Index and Dashboards Index 2018, Indonesia ada di urutan 99 dari 156 negara. Komitmen pemerintah untuk berupaya keras agar pencapaian peringkat tersebut bisa dinaikkan, mengingat 2 goals menyangkut perubahan iklim dan renewable energy dengan ranking yang mendekati China.

Sebelumnya, Satya yag juga Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR berbicara dalam 'Civil Society Policy Forum' di pertemuan IMF-World Bank juga menyinggung konsistensi Indonesia untuk pencapaian goals nomor 7 dan 13. Untuk SDGs nomor 7, Indonesia punya skor 64,2 dan China 69,1. Sedangkan untuk goals nomor 13, Indonesia punya skor 89,1 dan China 69,3.

“Kebijakan ketahanan energi dalam jangka panjang adalah mengubah paradigma dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT), mengingat impor dari energi fosil berpengaruh besar pada defisit transaksi berjalan kita. Sehingga Indonesia mengejar melalui goals 7 dan 13 dalam penerapan energi yang sustainable yaitu energi terbarukan dengan menerapkan carbon neutral mechanism," papar Satya.

"Dengan demikian harga energi terbarukan bisa berkompetisi dengan harga energi fosil dengan memasukkan faktor emisi yang dihasilkan. Adapun goals lain dalam SDG’s termasuk ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan air bersih termasuk area yang Indonesia bisa mengejar,” tambah Satya. ASEAN Leader’s Gathering juga menyinggung tentang Belt and Road Policy yang diprakarsai oleh China, serta inisiasi Indonesia dengan membuat Indo-Pacific.

Satya menuturkan, posisi Indonesia yang berada pada dua inisiatif besar tersebut bisa lebih menguntungkan, mengingat keberadaan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB bisa memainkan perannya dalam menjamin keamanan regional. “Dengan demikian dua inisiatif tersebut punya titik temu yang sama untuk pihak-pihak di China maupun Indo-Pacific,” pungkas Satya. [rilis]

fokus berita : #Satya Widya Yudha


Kategori Berita Golkar Lainnya