15 Oktober 2018

Berita Golkar - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengomentari ucapan Presiden PKS Sohibul Iman yang mempersilakan kadernya melakukan negative campaign atau kampanye negatif di Pemilu 2019. Menurut dia, hal itu dilakukan karena capres-cawapres yang diusung PKS harus menghadapi pasangan capres-cawapres petahana.

"Yang namanya campaign kan enggak bisa dibatasi. Ada yang plus ada yang minus . Nah tentu kalau bagi yang di seberang itu karena yang dilawan antara incumbent versus non incumbent," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10/2018). Airlangga mengatakan, pasangan petahana memiliki sepak terjang kinerja yang lebih terlihat dibanding Prabowo-Sandi. Serta juga lebih mudah menonjolkan sisi positif.

"Jadi incumbent tentu punya track record dan kinerja yang bisa dilihat. Nah tentunya yang lain Partai Golkar karena partai mendukung Pak Presiden Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin jelas kita akan menonjolkan sisi sisi positif secara objektif," ungkapnya.

"Karena objektif itu berbasis data dan kami mengingatkan bahwa pemilu ini bagian untuk mensejahterakan masyarakat," sambungnya. Dia melanjutkan, beberapa kinerja pemerintahan Jokowi seperti Asian Games dan International Monetary Fund (IMF) diharapkan bisa mendapat respon positif. Baik dari dunia internasional maupun dalam negeri.

"Jadi harapannya tentu sesudah 17 April nanti kan pemerintah masih terus berlangsung sampai 1 Oktober dan harapannya apa yang sudah dicapai dengan berbagai kegiatan apakah Asian Games, Para Games dan IMF World Bank yang Indonesia mendapatkan posisi baik di mata global atau dunia," ucapnya.

Sohibul Iman mempersilakan kadernya melakukan negative campaign atau kampanye negatif di Pemilu 2019 mendatang. Hal itu disampaikan saat Konsolidasi Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10/2018). "Saya mengatakan 80 persen kampanye kita harus positive campaign. Silakan masuk ke negative campaign cukup 20 persen," kata Sohibul. [merdeka]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya