16 Oktober 2018

Berita Golkar - Terkait ditangkapnya Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin oleh KPK atas dugaan suap perizinan proyek Meikarta, politisi Senior Partai Golkar, Akbar Tandjung meminta kepada kader partainya untuk menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi. Hal itu ia katakan saat menghadiri acara milad ke 113 Syarikat Islam (SI), di Bumi Perkemahan Syarikat Islam, Ciwareng, Purwakarta.

"Khususnya yang tengah menjabat di pemerintahan, karena Golkar sejak awal memiliki tekad, sikap dan dukungan bagi upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, berwibawa dan kuat," kata Akbar, Selasa (16/10/2018). Selain itu, pemberantasan korupsi telah menjadi agenda dan harus menjadi sikap seluruh pihak. Ia pun menyebutkan Presiden Joko Widodo telah memperlihatkan konsistensinya terkait pemberantasan korupsi.

Akbar pun mengaku, Jokowi dikenal sebagai sosok yang jujur, yang harus bisa dicontoh banyak pihak termasuk kepala daerah. "Mudah-mudahan saja spirit kejujuran (Jokowi) itu bergema di wilayah pemerintah baik pusat, provinsi, termasuk kabupaten kota," ujarnya. Terkait ditetapkan status tersangka kepada Neneng, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar itu mengaku sedih dan prihatin.

Sebab kata Akbar, Neneng termasuk salah satu kader partai yang terbaik, karena berhasil merubah wilayahnya menjadi lebih baik. Meski begitu, ia meminta kader Golkar yang lainnya bisa mengambil pelajaran atas adanya kasus tersebut. "Karena itu, kami semuanya sangat prihatin dan sangat menyesalkan pula. Barangkali bisa jadi pelajaran bagi semuanya," ujarnya. [tribunnews]

fokus berita : #Akbar Tandjung


Kategori Berita Golkar Lainnya