16 Oktober 2018

Berita Golkar - Di tengah-tengah peserta sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang didominasi siswa-siswi SMA 3 Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin berbicara soal pendidikan karakter dan memotivasi para pelajar, Selasa (16/10/2018). Di kegiatan yang bertema “Keungggulan sumber daya manusia Indonesia dimulai dari pendidikan karakter” ini, Mahyudin menyinggung peningkatan kualitas pendidikan.

Selain merupakan agenda rutin sebagai bagian program kerja untuk menyosialisasikan 4 Pilar MPR RI ini, kedatangan Mahyudin juga ingin menepati janji kepada siswa SMA 3 Tenggarong yang sukses menjadi juara nasional lomba cerdas cermat 4 Pilar MPR RI, yang berlangsung pada September lalu di Jakarta.

Dulu kata Mahyudin, pengelolaan sekolah menengah atas (SMA) berada di bawah kabupaten atau kota. Namun sekarang ditarik semua ke tingkat provinsi. Di Pulau Jawa banyak yang mengeluhkan soal pengelolaan SMA di tingkat Kabupaten/Kota karena terlalu banyak anggaran yang tersedot di tingkat sekolah menengah atas. “Kalau di sini seharusnya menjadi lebih kuat karena jumlah siswa yang tidak sebanyak di Pulau Jawa,” kata Politisi muda Golkar ini.

Mahyudin menyebut perlunya dipikirkan sekolah unggulan berprestasi dan mendapatkan perlakuan khusus. “Idealnya semua sekolah harus unggulan,” katanya. Nah, dengan sistem boarding school seperti yang digunakan pada SMA 3 Tenggarong ini, lanjut Mahyudin, sistem pendidikan terawasi dengan lebih baik. “Kita juga harus menyamakan persepsi untuk membangun peta jalan (road map) pendidikan. Salah satunya melalui pendidikan karakter,” katanya.

Pendidikan karakter yang dimaksud mantan Bupati Kutai Timur ini, salah satunya perlunya sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Diakui calon anggota DPD RI dari Kalimantan Timur nomor urut 30 ini, saat ini masih kurang keteladanan yang diperlihatkan para pejabat negara. Ia pun menyinggung banyaknya pejabat negara yang masih saja melakukan tindak pidana korupsi.

“Kita yang berazaskan Pancasila, malah menjadi kapitalis. Menyerahkan pada ekonomi pasar,” kata Mahyudin menyinggung pudarnya nilai-nilai Pancasila. Mahyudin mengatakan sebenarnya ekonomi pasar itu ada bagusnya dan efisiensi. Namun disisi lain mereka yang besar dapat membunuh yang kecil. Sedangkan menyangkut dunia pendidikan, keberpihakan kepada masyarakat luas merupakan sesuatu yang mutlak. [gatra]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya