18 Oktober 2018

Berita Golkar - Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI akan meminta relokasi Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Hal tersebut diungkapkan Ketua BURT DPR RI Anthon Sihombing dalam forum Dialektika Demokrasi yang digelar Biro Pemberitaan DPR RI dengan Kordinatoriat Wartawan Parlemen di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

“BURT DPR akan meminta relokasi lapangan tembak tersebut, tapi tergantung pertemuan nanti dengan Kapolri, Setneg dan Perbakin, yang rencananya akan digelar sekitar tanggal 23-24 Oktober nanti untuk menindaklanjuti kejadian atau peristiwa adanya proyektil atau tembakan yang mengenai beberapa ruang Anggota DPR RI baru-baru ini. Mampu tidak merelokasi lapangan tersebut tergantung pertemuan nanti,” ujar Anthon.

Permintaan relokasi itu, menurut Anthon dilatarbelakangi lokasinya yang sangat dekat dengan Gedung DPR RI, hotel dan beberapa gedung lainnya. Sementara itu gedung DPR RI sendiri adalah ikon dan kebanggaan bangsa setelah Istana. Sehingga bagaimana bentuk pengamanan terhadap ikon bangsa ini akan diputuskan dalam pertemuan tersebut. Untuk sementara ini, BURT meminta Lapangan Tembak tersebut ditutup terlebih dahulu.

Terkait adanya rencana pemasangan kaca film di Gedung DPR RI, Anthon mengaku akan mempelajari terlebih dahulu anggarannya. Meski demikian Anthon menilai pemasangan kaca pengaman di gedung itu bukanlah hal yang aneh atau mewah lagi. Sejak 14-15 tahun lalu beberapa kaca di gedung kementerian sudah ada yang memakai anti peluru.

“Kalau kaca pengaman di gedung di Jakarta itu sudah hal yang biasa, sejak 14-15 tahun lalu sudah ada kementerian yang memakai kaca anti peluru di gedungnya, dan itu berkelas. Jadi jangan karena kejadian itu di DPR dikatakan Ketua DPR kemudian menjadi polemik,” paparnya.

Legislator Partai Golkar ini juga mengaku akan mempercayai hasil pemeriksaan dan kesimpulan yang akan disampaikan pihak kepolisian kelak. Bahkan mengingat saat ini sudah memasuki tahun politik, maka pihaknya berharap agar MoU DPR dengan Polri terkait peningkatan keamanan dan pengamanan dalam di gedung DPR RI ini dapat segera terealisasi secepatnya.

“Tahun ini tahun politik, kita tidak sempat memikirkan apakah peristiwa ini rekayasa atau tidak. Namun kami sendiri masih mempercayai Polisi untuk mempelajari, memeriksa dan menyimpulkan peristiwa tersebut. Kalau sudah disimpulkan Polisi, ya harus kita percaya. Mau percaya siapa lagi kita kalau tidak dengan polisi,” pungkasnya. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Anthon Sihombing


Kategori Berita Golkar Lainnya